Kabar Surabaya
Dampak Proyek Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon, Sekitar 200 Rumah Warga Retak-retak
200 rumah retak akibat pembangunan apartemen Grand Dharmahusada Lagoon oleh PT Pembangunan Perumahan (PP).
Penulis: Delya Octovie | Editor: yuli
"Tanah bergerak, sehingga rumah-rumah tertarik dan terjadi keretakan. Iya, keretakan rumah warga disebabkan pembangunan apartemen GDL," ucapnya.
Tri melanjutkan, kondisi tanah di daerah tersebut memang jelek ketika ahli dari ITS yang ditunjuk PT PP menyelidiki penyebab keretakan hingga amblesnya tanah.
"Ternyata tanah di situ kurang baik dan jelek, walaupun tanpa beban itu juga akan mengalami penurunan, juga bisa terjadi seperti itu. Apalagi dibebani beban yang sangat berat sekali, sehingga akan terjadi suatu sliding sehingga tertarik dan retak," pungkasnya.
Menanggapi hal ini, DLH akan bekerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, dan berencana memanggil PT PP.
Sementara itu, Public Relations PT PP, Nita Liana, menyebut bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi soal dugaan 200 rumah yang mengalami keretakan akibat pembangunan apartemen.
"Kami sudah mengklarifikasi kemarin kalau dampak tersebut bukan karena pembangunan apartemen. Soal DLH menyatakan apa, itu terserah mereka karena mereka juga punya tim kajian sendiri," katanya melalui telepon.