Malang Raya

Alasan Polisi Malang Bebaskan Pelaku Ujaran Kebencian Terhadap Almarhum KH Maimoen Zubair

Fuvian Daffa menghina KH Maimoen Zubair: "Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kematian si mumun zubair, alhamdulillah populasi NU berkurang,

Alasan Polisi Malang Bebaskan Pelaku Ujaran Kebencian Terhadap Almarhum KH Maimoen Zubair
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
FDUW (20) minta maaf setelah mengeluarkan ujaran kebencian terhadap almarhum KH Maimun Zubair (Mbah Mun). 

Fulvian Daffa Umarela Wafi menghina KH Maimoen Zubair: "Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kematian si mumun zubair, alhamdulillah populasi NU berkurang, saya orang Muhammadiyah, gak ada gunanya saya berduka atas kematian orang NU." 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kepolisian Resor Malang Kota membebaskan Fulvian Daffa Umarela Wafi yang menjadi pelaku ujaran kebencian melalui akun media sosial, Facebook.

Dalam salah satu postingannya, Fulvian nyata-nyata menghina almahum KH Maimoen Zubair.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi, mengatakan, pihaknya membebaskan Fulvian lantaran pelapornya, Santri Malang Raya, telah mencabut laporan.

"Hasil mediasi kemarin akhirnya warga NU memaafkan Fulvian. Akhirnya mereka mencabut laporan," tutur Komang, Senin (13/8/2019).

Dari hasil mediasi yang dilakukan pada Sabtu (10/8), warga NU memaklumi kekhilafan Fulvian.

Fulvian yang berusia 20 tahun dinilai masih muda sehingga wajar jika kondisi mentalnya masih labil.

"Yang bersangkutan, Fulvian, juga mengaku bersalah dan tidak mengulangi perbuatannya," katanya.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Sebelumnya, unggahan status Facebook Fulvian ramai dibicarakan netizen lantaran diduga bermuatan ujaran kebencian.

Saat itu, pria asal Donomulyo, Kabupaten Malang ini mengaku tidak ada gunanya bersimpati atas wafatnya KH Maimoen Zubair.

Ia bahkan mencatut nama dua organisasi muslim terbesar Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Berikut unggahan Fulvian yang dinilai menghina KH Maimoen Zubair:

"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kematian si mumun zubair, alhamdulillah populasi NU berkurang, saya orang Muhammadiyah, gak ada gunanya saya berduka atas kematian orang NU," begitu kata postingan akun milik Fulvian pada Jumat (9/8/2019) lalu.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved