Breaking News:

Arema Malang

Kejanggalan Surat Hasil Sidang Komdis PSSI 20 Agustus 2019 Soal Pelanggaran Laga Arema Vs Persebaya

Ada kejanggalan dalam surat hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada 20 Agustus 2019 yang diterima Arema FC.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Zainuddin
ISTIMEWA
Surat Komdis PSSI soal hukuman denda untuk Arema FC 

“Lawan Persebaya itu partai Bigmatch yang mengundang animo besar. Jumlah keamanan yang dikerahkan mencapai 2.000 personel. 80 persennya difokuskan di dalam stadion.”

“Jadi pengamanan sangat maksimal, termasuk mencegah masuknya flare, dan sebagainya. Sepanjang laga, panpel, pihak keamanan dan match com tidak melihat adanya flare dan smoke bomb.”

“Bahkan MC laga Bang Ovan meyampaikan terima kasih dan kondisi itu untuk dipertahankan di laga laga lainnya untuk menghindari sanksi,” kata Abdul Haris, Ketua Panpel Arema FC kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (22/8/2019).

“Ternyata Komdis menurut hasil laporan melihat ada flare. Karena itu kami menyanggahnya, dan mencoba mencari tahu.”

“Biasanya sebelum Komdis sidang, kami dimintai klarifikasi. Namun ini tidak ada sama sekali. Kami baru tahu setelah baca keputusan Komdis hari ini.”

“Setelah ditelusuri ada klaim fakta smoke bomb yang nyala dalam hitungan detik usai laga berakhir yang tida diketahui perangkat dan panpel, tapi diklaim diketahui utusan LIB yang ditugaskan di Malang,” bebernya.

Nikita Mirzani Menangis Bongkar Perjuangan Keras Hamil Azka, Tak Kerja, Hutang & Dihina Mantan Suami

Mayangsari Sempat Ditolak Keluarga Besar Cendana, Tapi Bukti Cinta Bambang Trihatmodjo Sangat Besar

Pose Menantang Vanessa Angel Selepas Keluar Penjara, Mulut Tersumpal Pisang Gede Sambil Mata Melotot

Balasan Nikita Mirzani Saat Dituding Telantarkan Anak, Pamer Bukti Hasil Tes Psikologi Sang Putra

Selain itu, venue pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan ditulis di Stadion Gajayana dalam surat keputusan Komdis.

Hal ini juga yang membuat Arema FC bimbang dan menilai surat Komdis tidak faktual.

“Kesimpulan kami, SK Komdis ini menjadi tidak faktual dengan yang terjadi sesungguhnya. Selain itu, pengambilan bukti bukti fakta terlalu tergesa-gesa dilaporkan tanpa klarifikasi dan konfirmasi.”

“Bagaimana jika faktanya asap justru dari luar stadion, apalagi dilihat dari pandangan jauh dan subyektif dari pandangan seseorang.”

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved