Kabar Jember
Riwayat Letkol Sroedji (1915 - 1949), Pejuang dari Jember yang Diusulkan jadi Pahlawan Nasional
Letkol Muhammad Sroedji, lahir di Bangkalan 1 Februari 1915 dan gugur pada 4 Februari 1949 dalam usia 34 tahun.
Antara Mei 1948 hingga Oktober 1948, Moch. Sroedji menjadi Komandan Resimen 40 Damarwoelan pada Divisi VIII. Pada tanggal 25 Oktober 1948, sesuai hasil keputusan Menteri Pertahanan RI. No. A/532/42, Resimen 40 Damarwoelan dilebur dan dirubah namanya menjadi Brigade III Damarwoelan Divisi I T.N.I. Jawa Timur.
Survive di Blitar. Tempat pengungsian pasukan Damarwoelan terpencar di berbagai daerah. Namun kemudian dapat disatukan di Blitar. Mereka mengungsi lebih dari 3 bulan. Kesemuanya diurus panitia. Waktu terus bergulir, beban konsumsi dan akomodasi seluruh anggota resimen semakin membengkak. Pada akhirnya, kesemua itu ditanggung oleh Komandan Sroedji.
Brigade III Damarwoelan Divisi I T.N.I. Jawa Timur mengadakan Wingate Action (dari daerah Blitar ke daerah Besuki) menuju jalur Lumajang – Klakah – Jember – Banyuwangi.
Wingate Action tersebut berlangsung selama 51 hari. Menempuh perjalanan panjang, dengan jarak sekitar 500 km.
Sepanjang perjalanan, Brigade Brigade III Damarwoelan Divisi I T.N.I. Jawa Timur mengalami banyak pertempuran. Puncak pertempuran terjadi pada 8 Februari 1949 di Desa Karangkedawung, Mumbulsari, Jember.
Letkol Moch. Sroedji gugur di medan perang, setelah berhari-hari bertahan dari gempuran dan kejaran pihak Belanda. Jenasah Letkol Moch. Sroedji dikebumikan di Pemakaman Umum Kreongan.
Sementara di bekas wilayah pertempuran dibangun sebuah monumen untuk memperingati apa yang telah terjadi pada 8 Februari 1949. Letkol inf. (Anumerta) Mohammad Sroedji meninggal pada pertempuran di Jember di usia 34 tahun pada 8 Februari 1949 di Desa Karangkedawung, Mumbulsari, Jember.
Pada tanggal 5 oktober 1949, Letkol Sroedji mendapatkan Tanda Jasa Pahlawan Bintang Gerilya dari Presiden Soekarno, dan juga tanda Jasa kehormatan Bintang Sakti dari Presiden Soeharto pada tanggal 8 Maret 1975.
Pemerintah Indonesia memberikan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera yang sudah ditetapkan dengan Keppres RI Nomor 91/TK/Tahun 2016 tertanggal 3 November 2017.
Dua tokoh yang menerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera antara lain Alm. Mayjen TNI (purn) Andi Mattalatta asal Provinsi Sulawesi Selatan dan Alm. Letkol Inf (Anumerta) Sroedji yang berasal dari Jawa Timur.
Penghargaan ini secara resmi langsung diserahkan Presiden Joko Widodo kepada masing-masing keluarga atau perwakilan dari penerima gelar tersebut.