Breaking News:

Kabar Mojokerto

Sepak Terjang Muh Aris yang Dihukum Kebiri Kimia Seusai Meniduri 9 Anak di Bawah Umur di Mojokerto

Sepak Terjang Muh Aris yang Dihukum Kebiri Kimia Seusai Meniduri 9 Anak di Bawah Umur di Mojokerto, Terekam CCTV di rumah kosong dan masjid

SURYAMALANG.COM/Danendra Kusuma
Muh Aris pemuda Mojokerto dihukum kebiri kimia setelah terbukti menyetubuhi sembilan anak di bawah umur. 

Untuk menekan angka kasus pencabulan, Sigit mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu menjaga buah hatinya serta meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, para orang tua juga harus memberika pendidikan seks sejak dini kepada anaknya.

"Kami berharap, para orang tua jangan takut ataupun malu untuk melaporkan unit perlindungan perempuan dan anak kejadian dan potensi tindakan pencabulan. Supaya kami bisa segera mengusutnya," pungkasnya. (SURYAMALANG.COM/Danendra Kusuma)

ILUSTRASI Kebiri Kimia
ILUSTRASI Kebiri Kimia (freepik.com)

Kini, mengutip Kompas.com, Muh Aris dihukum 12 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan, selain mendapatkan hukuman kebiri.

Hukuman kebiri kimia diakomodasi setelah Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Perppu kebiri ditandatangani Presiden Jokowi pada Mei 2016, dan disahkan DPR menjadi UU pada Oktober 2016.

Selain mengatur hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual, misalnya pemerkosaan, Perppu ini juga memuat ancaman hukuman mati bagi pelaku.

Lantas apa yang dimaksud hukuman kebiri kimia?

Secara umum, ada dua teknik kebiri.

Muh Aris (20) pemuda Mojokerto dihukum kebiri kimia setelah terbukti menyetubuhi sembilan anak di bawah umur.
Muh Aris (20) pemuda Mojokerto dihukum kebiri kimia setelah terbukti menyetubuhi sembilan anak di bawah umur. (IST)

Pertama, kebiri fisik, dan kedua, kebiri kimiawi.

Kebiri fisik dilakukan dengan cara melakukan amputasi pada organ seks eksternal pemerkosa.

Halaman
1234
Penulis: Danendra Kusuma
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved