Malang Raya

Reaksi Pendiri Malang Corruption Watch (MCW) dan Dosen FISIP UMM usai Masuk 10 Besar Capim KPK

Reaksi Luthfi Jayadi Kurniawan, dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), setelah namanya masuk 10 besar calon pimpinan KPK.

Reaksi Pendiri Malang Corruption Watch (MCW) dan Dosen FISIP UMM usai Masuk 10 Besar Capim KPK
Benni Indo - SuryaMalang.com
Luthfi Jayadi Kurniawan, dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan pendiri Malang Corruption Watch (MCW). Namanya masuk 10 besar calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diusulkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh pansel. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Luthfi Jayadi Kurniawan, dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), baru tahu namanya masuk 10 besar calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diusulkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh pansel lewat media sosial.

"Kan baru diumumkan tadi. Saya tahunya dari media sosial lewat share-share-an," jelas pria yang sering menyingkat namanya sebagai Luthfi J Kurniawan itu saat dihubungi Suryamalang.com, Senin (2/9/2019) malam.

Pendiri Malang Corruption Watch (MCW) itu menyatakan baru sampai di Malang dari kegiatan di Bandung. Saat ditanya perasaannya sudah masuk 10 besar, ia menyatakan mengalir saja.

"Saya nggak deg-degan. Saya ikhlas saja pada takdir," jawab pria berkacamata ini. Soal atensi masyarakat pada capim KPK sangat dipahami. Hampir tiap capim ada yang menyoroti.

"Saya pahamilah tekanan publik ini. Saya sadari ini sebagai risiko calon pejabat publik. Ya tidak soal jika dapat perhatian. Calon pejabat publik itu tidak boleh resisten, tidak boleh alergi para kritik atau komentar publik. Juga nggak boleh baperan," jawab dosen UMM ini.

Menurut dia, hal itu merupakan proses check and balance dari masyarakat.

Alasannya banyak harapan masyarakat pada lembaga KPK dalam pemberantasan korupsi. Karena itu mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Setelah tahapan 10 besar ini, ia masih menunggu e-mail dari pansel. "Sabar, sabar. Mungkin besok ada e-mail," katanya bercanda.

Dikatakan, saat proses menyelesaikan dokumen untuk itu seleksi capim KPK, ia sudah mendiskusikan itu dengan anak, istri dan ibunya.

Menurutnya, keluarga adalah sandaran hidupnya membangun integritas. 

Reaksi Aktivis Malang Corruption Watch (MCW) dan Dosen FISIP UMM usai Masuk 20 Besar Capim KPK

Reaksi Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) Setelah Masuk 10 Besar Calon Pimpinan KPK

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved