BERITA AREMA POPULER Hari Ini, Minat Beli Tiket Online Rendah & Total Penghasilan Arema dari Tiket
Berita Arema populer hari ini, minat beli tiket online masih rendah hingga total penghasilan Arema dari penjualan tiket.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Pada putaran pertama ini saja, Arema FC telah menggelontorkan uang sebesar Rp 500 juta rupiah untuk membayar sanksi denda yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI.
Dari sanksi denda Rp 500 juta tersebut keseluruhannya merupakan pelanggaran yang dilakukan Aremania atau suporter Arema FC.
• Dicoret Jelang Laga Timnas Indonesia Vs Malaysia, Greg Nwokolo Curhat Soal Klaim Tidak Profesional
Tercatat ada lima pelanggaran yang terbukti dilakukan Aremania ketika mendukung Singo Edan berlaga.
Yakni bentrok saling lempar dengan pendukung PSS Sleman di Sleman saat pembukaan Liga 1, sehingga berbuah denda Rp 75 juta.
Denda kedua senilai Rp 50 juta karena Aremania menyalakan flare saat Arema FC melawan Persela Lamongan pekan ketiga.
Ketiga saat Arema FC melawan PS Tira Persikabo, Sabtu (29/6/2019).
Sesuai surat keputusan nomor 027/L1/SK/KD-PSSI/VII/2019 terkait tingkah laku buruk suporter, Arema FC mendapat sanksi senilai Rp 150 juta.
Denda keempat senilai Rp 75 juta karena suporter menyalakan flare saat melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Selasa (30/7/2019).
Sementara denda kelima berdasarkan surat bernomor 075/L1/SK/KD-PSSI/VIII/2019 berisi hukuman denda sebesar Rp 150 juta karena tingkah laku buruk suporter saat menjamu Persebaya Surabaya, Kamis (15/8/2019).
"Sebenarnya soal ini selalu saya sampaikan pada Aremania, setiap perilaku dan perbuatan suporter yang merugikan klub selalu kami sayangkan, bahkan soal ini saya kembalikan pada Aremania. Saya juga perlu masukan untuk menanggulangi hal ini, apakah kami harus memberlakukan hukum adat?" kata Abdul Haris, Senin (2/9/2019).
Soal flare nampaknya panpel Arema FC sudah kehabisan cara agar hal tersebut tak terulang, sebab sejak awal kompetisi panpel telah mengingatkan agar tak membawa flare dan sejenisnya ketika ke stadion, namun pelanggaran yang didapat Arema kebanyakan dari flare masih terus terjadi.
"Flare ini justru pengeluaran yang sia-sia sebetulnya, karena secara tidak langsung pengeluaran finansial manajemen terkuras hanya karena hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan.
"Hanya karena emosional yang tidak bisa dikendalikan klub harus dapat denda, kami sayangkan. Seharunya kan Aremania ingin tim ini juara, tolonglah kami dibantu. Manajemen ini tidak bisa berdiri sendiri, harus juga ada dukungan dari suporter," jelasnya.