Nasional

Ketua KPK Berharap Jokowi Mengoreksi dan Memperbaiki Hasil Seleksi Calon Pimpinan KPK

"Saya harapkan presiden tidak hanya menerima tetapi juga ada koreksi dan memperbaiki," ujar Ketua KPK, Agus Rahardjo, di #Lumajang.

Ketua KPK Berharap Jokowi Mengoreksi dan Memperbaiki Hasil Seleksi Calon Pimpinan KPK
sri wahyunik
"Saya harapkan presiden tidak hanya menerima tetapi juga ada koreksi dan memperbaiki," ujar Ketua KPK, Agus Rahardjo, di Lumajang, Selasa (3/9/2019). 

"Saya harapkan presiden tidak hanya menerima tetapi juga ada koreksi dan memperbaiki," ujar Ketua KPK, Agus Rahardjo, di #Lumajang, Selasa (3/9/2019).

SURYAMALANG.COM, LUMAJANG -  Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak sekadar menerima nama calon pimpinan KPK yang diserahkan oleh panitia seleksi.

Dia mengharapkan Presiden melakukan koreksi dan perbaikan nama calon pimpinan KPK dari panitia seleksi (Pansel).

"Saya harapkan presiden tidak hanya menerima tetapi juga ada koreksi dan memperbaiki. Apalagi beberapa pihak, seperti 20 guru besar, juga sejumlah tokoh sudah mengirimkan pertimbangan atas sejumlah nama Capim KPK," ujar Agus saat memimpin roadshow bus KPK di Kabupaten Lumajang, Selasa (3/9/2019).

Hal ini disampaikan Agus saat diwawancarai sejumlah wartawan terkait 10 nama Capim KPK yang sudah diserahkan Pansel Capim KPK ke Presiden RI Jokowi. Agus mengharapkan ada pemikiran jernih dalam mempertimbangan calon pimpinan KPK mendatang.

Agus menegaskan, seluruh rakyat Indonesia harus memiliki pemikiran sama bahwa korupsi menghambat pembangunan. Pembangunan, lanjutnya, akan bisa dilakukan secara cepat, adil, dan sejahtea jika tidak ada korupsi.

Reaksi Pendiri Malang Corruption Watch (MCW) dan Dosen FISIP UMM usai Masuk 10 Besar Capim KPK

Reaksi Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) Setelah Masuk 10 Besar Calon Pimpinan KPK

"Yang mengganggu pembangunan adalah korupsi. Karenanya harapan saya, ada pemikiran yang jernih dalam mempertimbangkan Capim KPK," tegasnya.

Saat dimintai tanggapan perihal 10 nama itu, Agus tidak mau memberikan tanggapan atas nama yang diloloskan Pansel karena tidak etis.

Dia hanya menegaskan, dari sisi integritas, pihak KPK telah mengirimkan pendapatnya ke Pansel. Bahkan pimpinan KPK juga sudah mengundang Pansel Capim KPK untuk proses klarifikasi rekam jejak Capim KPK.

"Sudah kami undang tetapi tidak datang, mungkin sibuk. Kami sudah memberikan catatan itu ke Pansel," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Pansel Capim KPK telah menyerahkan 10 nama Capim KPK ke Presiden RI. Nantinya Presiden Jokowi menyerahkan ke-10 nama itu ke DPR RI untuk kemudian mereka bakal mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI.

Ke-10 nama itu berdasarkan urutan abjad adalah adalah Alexander Marwata, Firli Bahuri, I Nyoman Wara, Johanes Tanak, Lili Pintauli Siregar, Luthfi Jayadi Kurniawan, Nawawi Pamolango, Nurul Ghufron, Roby Arya, dan Sigit Danang Joyo.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved