Kabar Blitar

Tim Arkeolog dari Trowulan akan Ekskavasi Kompleks Candi di Kelurahan Gedog, Kota Blitar

CANDI GEDOG DI #BLITAR - Awal Oktober 2019 itu kami melakukan ekskavasi singkat selama lima hari. Termasuk memperjelas aspek kepemilikan tanah.

Tim Arkeolog dari Trowulan akan Ekskavasi Kompleks Candi di Kelurahan Gedog, Kota Blitar
Samsul Hadi
CANDI GEDOG - Bentuk batu dengan relief perempuan duduk yang ditemukan warga di sekitar penemuan arca kepala kala di ladang jagung Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jumat (6/9/2019). 

CANDI GEDOG DI #BLITAR - "Awal Oktober 2019 itu kami melakukan ekskavasi singkat selama lima hari. Termasuk memperjelas aspek kepemilikan tanah di lokasi. Karena sebagian tanah itu milik desa kami bisa segera melakukan ekskavasi," ujar Arkeolog BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho.

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, menjadwalkan proses ekskavasi di lokasi penemuan diduga kompleks bangunan percandian di Kelurahan Gedog Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, awal Oktober 2019.

Proses ekskavasi itu untuk menyingkap keberadaan situs kompleks percandian di lokasi. "Sekarang kami ada kegiatan ekskavasi di Jombang dan Bondowoso. Jadwalnya selesai akhir September 2019. Setelah itu kami pindah ke Kota Blitar. Paling cepat awal Oktober 2019," kata Arkeolog BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho, Jumat (6/9/2019).

Wicaksono menjelaskan tahapan awal yang sudah dilakukan BPCB, yaitu, peninjuan lokasi. Peninjuan lokasi ini untuk mengetahui apakah temuan itu memiliki kriteria cagar budaya.

Warga Blitar Temukan Relief Batu, Arkeolog Sebut Mirip Cerita Panji di Candi Jabung, Probolinggo

Ada Koin Tahun 1866 Dekat Reruntuhan Arca Kepala Manusia di Kelurahan Gedog, Sananwetan, Blitar

Fragmen Miniatur Candi Berpindah-pindah di Sekitar Arca Kepala Kala di Gedog, Kota Blitar

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Setelah diketahui temuan itu memiliki potensi cagar budaya, BPCB melakukan survei penyelamatan selama lima hari. Survei penyelamatan lima hari ini juga bisa disebut proses ekskavasi dalam waktu singkat.

"Awal Oktober 2019 itu kami melakukan ekskavasi singkat selama lima hari. Termasuk memperjelas aspek kepemilikan tanah di lokasi. Karena sebagian tanah itu milik desa kami bisa segera melakukan ekskavasi," ujarnya.

Kalau dari hasil ekskavasi singkat itu ditemukan potensi cagar budaya yang cukup tinggi, BPCB akan melakukan ekskavasi dalam durasi lebih panjang sekitar 10-12 hari. Tujuannya untuk mengungkap lebih dalam dan lebih luas dari potensi kepurbakalaan di lokasi.

"Kalau tahapan itu sudah dilakukan baru dirumuskan soal pemugaran, pemeliharaan, dan pemanfaatan temuan di lokasi," ujarnya.

BPCB juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar terkait masalah itu. BPCB meminta dinas untuk mengamankan dan mendata benda-benda yang sudah ditemukan di lokasi sambil menunggu tim ke lokasi lagi awal Oktober 2019.

"Kami sudah minta dinas untuk mendata semua benda yang ditemukan dan memberi tanda lokasi penemuannya," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono mengatakan segera melaporkan hasil peninjauan lokasi oleh Tim BPCB ke Plt Wali Kota Blitar, Santoso.

Dinas juga akan meminta rekomendasi dari BPCB terkait apa saja yang harus dilakukan oleh Pemkot Blitar dengan temuan itu.

"Untuk memberikan kepastian soal temuan itu memang harus dilakukan ekskavasi. Karena sebagian lahannya milik warga berarti harus ada persetujuan dari warga dulu," katanya.

Kalau benar sudah dipastikan ada konstruksi besar situs candi di lokasi seperti yang diasumsikan oleh Tim BPCB, dia akan mengusulkan untuk dilakukan pembebasan sebagian lahan yang terdapat bangunan candi.

"Kalau sudah pasti soal konstruksi situs candi, kami akan mengusulkan untuk dilakukan pembebasan sebagian lahan milik warga di lokasi," ujarnya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved