Nasional

Febri Diansyah : Ada 10 Poin yang Dapat Hambat Kinerja KPK dalam Draft RUU KPK

Revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai berpotensi melemahkan KPK.

Febri Diansyah : Ada 10 Poin yang Dapat Hambat Kinerja KPK dalam Draft RUU KPK
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Jubir KPK, Febri Diansyah memberi pidato pembuka dalam kegiatan Tanya Jubir KPK, rangkaian Roadshow Bus KPK 2019, Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Balai Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai berpotensi melemahkan KPK.

Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah mengatakan ada 10 poin dalam draft revisi UU KPK yang dinilai dapat menghambat kinerja KPK.

Satu poin yang paling krusial adalah menjadikan KPK sebagai lembaga yang tidak lagi independen.

“Dalam draft RUU KPK itu ada poin yang menjadikan KPK sebagai lembaga di bawah pemerintah pusat.”

“Ini problem yang serius, dan menjadikan KPK tidak lagi independen,” ujar Febri kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (7/9/2019).

Jika RUU tersebut disahkan, status pegawai yang bekerja di KPK akan menjadi ASN.

Hal itu kata Febri, berisiko terhadap independensi pegawai yang menangani kasus korupsi di instansi pemerintahan.

“Bagaimana jika pegawai menyidik menteri, misalnya. Ada kekhawatiran pegawai tidak independen,” ujarnya.

Selain itu, usulan pembentukan dewan pengawas juga berpotensi membuat pincang lembaga anti rasuah itu.

Dewan pengawas bertugas memberi izin KPK untuk menyadap, penggeledahan, dan penyitaan.

Halaman
123
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved