Kabar Kediri

Jamasan Keris dan Tombak Koleksi Kepala Rumah Tangga Istana Tahun 1946 di Wates, Kediri

#KEDIRI - Jamasan Keris dan Tombak Koleksi Kepala Rumah Tangga Istana Tahun 1946 di Wates

Jamasan Keris dan Tombak Koleksi Kepala Rumah Tangga Istana Tahun 1946 di Wates, Kediri
didik mashudi
Rumah Persada Sukarno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri bakal menggelar jamasan pusaka Bung Karno. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Keluarga keturunan RM Soemodihardjo, Kepala Rumah Tangga Istana pada 1946 semasa Presiden Soekarno (Bung Karno) berniat menggelar jamasan pusaka koleksi Eyang Panji di Desa Pojok Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Selasa (10/9/2019).

Salah satu pusaka yang bakal dijamas adalah tombak dan keris yang diberi nama Kiai Gadakan. Setelah acara jamasan, tombak dan keris ini bakal dipamerkan

Kushartono, Ketua Harian Persada Sukarno, menjelaskan, pusaka itu berasal dari pemberian seorang kepala desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Keris diberikan saat Bung Karno bersama rombongan mengadakan kunjungan kerja meninjau pelatihan baca tulis di salah satu desa di Kabupaten Grobogan.

"Eyang kami RM Soemodihardjo yang menjabat sebagai Kepala Rumah Tangga Istana pada 1946 mendampingi kunjungan kerja Bung Karno," ungkap Kushartono kepada SuryaMalang.com, Minggu (8/9/2019).

Selanjutnya keris pusaka itu dititipkan di Rumah Persada Sukarno sampai sekarang.

"Ngak tahu apa Bung Karno lupa apa memang sengaja diberikan, kok tidak diambil lagi," jelas Kushartono.

Diungkapkan, baru tahun ini Rumah Persada Sukarno memamerkan pusaka koleksi situs. Sebelumnya jamasan pusaka dilakukan dengan ritual tertutup.

Jamasan pusaka yang dilakukan secara terbuka untuk umum ini dilakukan untuk mengenalkan budaya luhur bangsa yang berupa keris pusaka kepada generasi muda.

Sementara Andri Setiawan, pemerhati keris dari Blitar, menjelaskan, pada acara jamasan juga mengundang anak-anak sekolah. Panitia akan memberikan edukasi soal pusaka serta cara mencuci pusaka.

Diharapkan dengan adanya edukasi soal keris, generasi muda tidak melupakan sejarah. "Pusaka adalah bagian dari sejarah luhur bangsa kita. Semoga acara ini sukses bermanfaat dan mendapatkan Ridho Alloh," ujarnya.

Dipilihnya tanggal 10 bulan Asy Syuro karena saat yang dianggap istimewa. 

Penulis: Didik Mashudi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved