Kabar Surabaya

Rekam Jejak dan Pemikiran Adi Sutarwijono, Calon Ketua DPRD Surabaya dari PDI Perjuangan

Adi Sutarwijono juga menjadi incaran aparat Orde Baru karena laporannya terkait PDI Pro Megawati, lawan PDI versi Soerjadi yang disokong Soeharto.

Editor: yuli
Sofyan Arif Candra Sakti
Ketua PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono (tengah), bersama Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Shakti Buana (kanan). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - PDI Perjuangan menunjuk Ketua PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono, untuk memimpin DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024.

Awi, sapaan akrabnya, menyingkirkan kandidat lainnya yaitu Sekretaris PDIP Surabaya, Baktiono, Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPC PDIP Kota Surabaya, Dyah Katarina, serta anggota DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri.

Informasi mengenai rekomendasi dari DPP PDIP terkait penunjukan Awi sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya diumumkan oleh Wakabid Organisasi DPD PDIP Jatim, Whisnu Sakti Buana saat mengambil berkas pendaftaran bakal calon wali Kota Surabaya di kantor DPC PDIP Kota Surabaya, Jalan Setail, Surabaya, Minggu (8/9/2019).

Adi Sutarwijono, Anak Guru SD dari Karangsari, Kota Blitar jadi Ketua DPRD Surabaya

Adi Sutarwijono, Ketua PDI Perjuangan Surabaya yang segera menjadi Ketua DPRD Surabaya.
Adi Sutarwijono, Ketua PDI Perjuangan Surabaya yang segera menjadi Ketua DPRD Surabaya. (nuraini faiq)

Adi Sutarwijono berasal dari Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, 4 Agustus 1968. Lulusan SMAN 1 Blitar ini kuliah di FISIP Unair dan lulus tahun 1993.

Selama 1996-2000 menjadi wartawan Harian Surya, kemudian wartawan Tempo 1999-2003.

Seniornya, Bambang Dwi Hartono atau Bambang DH yang pernah menjadi Wakil Wali Kota dan Wali Kota Surabaya, sering cerita bagaimana Adi Sutarwijono juga menjadi incaran aparat militer Orde Baru karena laporannya terkait PDI Pro Megawati, lawan PDI versi Soerjadi yang disokong Soeharto.

Berikut ini wawancara Sofyan Arif Candra Sakti dari SURYAMALANG.COM dengan Adi Sutarwijono.

SURYAMALANG.COM: Kapan rekomendasi dari DPP PDIP turun, dan apa langkah anda selanjutnya?

Adi Sutarwijono: Rekomnya turun tertanggal 4 September tetapi saya dipanggil akhir pekan kemarin (Sabtu, 7 September 2019) oleh DPP untuk menyampaikan ke saya tentang rekomendasi itu. Besok (Senin, 9 September 2019) akan saya sampaikan ke fraksi agar bisa diteruskan ke Sekretariat DPRD. Harapannya pekan depan pimpinan DPRD definitif bisa dilantik.

SURYAMALANG.COM: Adakah tugas khusus dari DPP PDIP yang diamanatkan ke anda saat pemberian rekomendasi tersebut?

Adi Sutarwijono: Kita ditugaskan untuk menjalankan tugas legislatif dalam semangat gotong royong dan kerakyatan. Fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran harus berhulu dan berhilir pada kepentingan rakyat. Artinya permulaan pembahasan peraturan-peraturan daerah harus benar-benar bertolak dari kepentingan masyarakat yang kemudian hasil akhirnya harus bermuara di koridor itu. Karena DPRD itu lembaga representasi masyarakat.

SURYAMALANG.COM: Apa langkah pertama yang akan anda ambil setelah menjadi Ketua DPRD Kota Surabaya definitif nanti?

Adi Sutarwijono: Kami akan menyelesaikan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) kemudian Tata tertib DPRD Kota Surabaya. Saya rasa itu dulu.

SURYAMALANG.COM: Dalam pembentukan AKD biasanya ada polemik dalam pembentukan komisi termasuk untuk pimpinan komisi. Bagaimana dinamika di DPRD Kota Surabaya?

Adi Sutarwijono: Biasanya kalau menurut tata tertib proporsional. Satu komisi berkisar antara 11 sampai 13 orang dibagi proporsional pada seluruh partai-partai yang mempunyai kursi di DPRD Surabaya. Sedangkan untuk pimpinan komisi, kalau di tata tertib itu dipilih anggota. Bisa musyawarah mufakat atau voting anggota komisi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved