Kabar Gresik

BREAKING NEWS – Gadis 25 Tahun Tewas Setelah Temui Rekan Bisnis di Gresik

Hadryil Choirun Nisa’a (25) ditemukan dalam kondisi tewas di Kafe Penjara di Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik.

Penulis: Sugiyono | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sugiyono
Jenazah Hadryil Choirun Nisa’a (25) yang tewas di Kafe Penjara di Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, Selasa (10/9/2019) malam. 

“Saya tidak tahu pembunuhan itu. saat kejadian, saya sedang menonton pertandingan Timnas Indonesia vs Thailand di TV,” kata warga yang tidak mau menyebutkan namanya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (11/9/2019).

Kafe tersebut diberi nama Cafe Penjara karena dekat dengan rumah tahanan Kelas II B Gresik.

Saat ini kafe tersebut sudah terpasang garis polisi.

Gadis Pemilik Café Penjara Gresik Dibunuh Saat Warga Nonton Timnas Indonesia vs Thailand

Setelah Makan Sahur, Pria Ini Temukan Anaknya Gantung Diri di Dapur Rumah Tulungagung

Kondisi Gadis 16 Tahun Asal Malang Seusai Dipaksa Hubungan Badan Oleh Perangkat Desa di Tulungagung

Ditangkap Karena Kasus Penganiayaan, Ternyata Pria Ini Adalah Buronan Kasus Pencurian di Blitar

6 Potret Cantik Pengantin David Beckham, Model Asal China Angelababy, Intip Biodata Singkatnya

Kafe tersebut berdiri di atas di lahan seluas sekitar 20 X 50 meter.

Di pintu gerbang ada tulisan Cafe Penjara. Sedangkan tembok pagar diberi gambar-gambar agar menarik pengunjung kafe.

Di lahan tersebut ada bangunan seluas 6 X 8 meter yang menghadap ke utara.

Bangunan itu yang digunakan untuk kafe yang dikelola dan dijaga oleh Sholahudin Alayubi.

Terkait Utang

Pembunuhan terhadap Hadryil Choirun Nisa’a (25) diduga terkait utang piutang.

Nisa diduga dalam kondisi tewas di Cafe Penjara di Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, Selasa (10/9/2019) malam.

Ibunda Nisa menjelaskan bahwa saat itu Nisa janjian dengan Sholahudin Alayubi yang juga pengelola kafe itu.

“Kabarnya, dia akan mengembalikan utang, kemudian janjian di kafe.”

“Makanya Nisa tidak curiga, ternyata dibunuh,” kata ibunda Nisa yang tidak mau menyebutkan namanya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (11/9/2019).

Ibu Nusa juga mengaku tidak punya firasat apa-apa.

“Saya punya firasat tidak enak itu ketika saya WA (WhatsApp) hanya centang.”

“Padahal biasanya dia cepat membalas WA,” imbuhnya.

Kegelisahan itu belum terjawab sampai pukul 00.30 WIB.

Kemudian ibunda Nisa diajak Pak Lurah ke rumah sakit untuk menjenguk Nisa yang dikabarkan kecelakaan.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved