Senin, 13 April 2026

Berita Malang

BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Cara SDN Kasin Populerkan Lagi 'Nulis Gedrig' & Penanganan Sampah

Berita Malang Populer hari ini, cara SDN Kasin populerkan Lagi 'Nulis Gedrig' atau tegak bersambung dan penanganan sampah oleh Wali Kota Malang.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: eko darmoko
BanjarmasinPost.com
Ilustrasi tulisan 'Gedrig' tegak bersambung 

SURYAMALANG.COM - Berita Malang populer hari ini Sabtu (21/9/2019) salah satunya tentang cara SDN Kasin populerkan lagi 'Nulis Gedrig'. 

Selain itu berita Malang populer lainnya juga menyangkut penanganan sampah di Kota Malang.

Selengkapnya langsung saja simak berita Malang populer hari ini yang telah dirangkum SURYAMALANG.COM. 

1. Cara SDN Kasin Populerkan Lagi 'Nulis Gedrig'

Menulis halus atau menulis huruf tegak sambung sudah banyak ditinggalkan siswa. Bahkan di jenjang SD biasanya hanya sampai kelas 2 atau 3.

Setelah itu, kebanyakan menulis huruf tegak biasa hingga dewasa. Dalam bahasa Jawa biasanya disebut nulis gedrig.

SDN Kasin, Kelurahan Kasin Kecamatan Klojen, Kota Malang menggiatkan lagi menulis halus itu mulai semester ini untuk kelas 1 sampai 6. Ada buku tulis khusus untuk itu.

"Menulis tegak bersabung sudah banyak yang lupa. Ini juga sebagai kegiatan literasi menulis. Biasanya literasi identik dengan membaca saja," jelas Budi Hartono, Kepala SDN Kasin, kepada Suryamalang.com, Jumat (20/9/2019).

Menulis tegak bersabung juga melatih kesabaran, mengingat huruf, membaca juga untuk motorik. Memang menulis ini tidak sepanjang hari. Marie Daniel, guru kelas 6A, menyatakan, setiap Senin di kelasnya digiatkan latihan itu.

"Dilakukan sebelum pembelajaran sebagai pembiasaan," jelas Daniel.

Ibu di Kediri Tidak Tahu Putrinya Hamil, Pamit Kembali ke Malaysia, Ternyata Tewas di Sidoarjo

Budi Hartono, Kepala SDN Kasin Kota Malang memberikan contoh hasil tulisan tegak bersambung milik siswa kelas 6C sebagai bagian dari kegiatan literasi menulis, Jumat (20/9/2019).
Budi Hartono, Kepala SDN Kasin Kota Malang memberikan contoh hasil tulisan tegak bersambung milik siswa kelas 6C sebagai bagian dari kegiatan literasi menulis, Jumat (20/9/2019). (sylvianita widyawati)

Ia pribadi senang dengan program sekolah itu karena memang sudah banyak yang lupa bagaimana menulis halus.

"Ini juga melatih kesabaran menulis," jawabnya.

Apalagi siswa sudah lama tak melakukan itu. Ia menunjukkan contoh buku menulis milik siswanya. Buku itu disimpan di kelas. Bisa dibawa pulang jika ada penugasan. Setelah itu dikembalikan lagi.

"Misalkan saya tugaskan mencari artikel biografi seseorang. Nilai positifnya dari biografi itu, siswa saya minta menulis halus di bukunya," cerita guru muda ini.

Di buku itu ada artikel tentang almarhum BJ Habibie berikut fotonya. Sedang di halaman berikutnya diberi nilai positif tentang artikel itu dalam tulisan halus.

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved