Senin, 4 Mei 2026

Berita Malang

BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Cara SDN Kasin Populerkan Lagi 'Nulis Gedrig' & Penanganan Sampah

Berita Malang Populer hari ini, cara SDN Kasin populerkan Lagi 'Nulis Gedrig' atau tegak bersambung dan penanganan sampah oleh Wali Kota Malang.

Tayang:
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: eko darmoko
BanjarmasinPost.com
Ilustrasi tulisan 'Gedrig' tegak bersambung 

Dijelaskan Budi, kegiatan literasi bisa dilakukan banyak hal. Seperti bahasa dengan menulis dan membaca. Ada literasi numerik seperti latihan perkalian di matematika. Filza Safi Nazifa, siswa kelas 6C menyatakan suka kala menulis tegak bersabung digiatkan lagi. "Mungkin karena saya suka menulis," jawab Filza pada suryamalang.com.

Dijelaskan, ia terakhir menulis halus pada kelas 3 SD. Karena suka, maka ia merasa gampang. Namun temannya juga ada yang gak suka. Budi Hartono menceritakan pernah menunggui siswa kelas 6C untuk menulis tegak bersambung dua jam.

"Ya memang ada siswa yang suka dan tidak," katanya membenarkan. Ia meminta siswa waktu itu menyalin bacaan di LKS tentang Komik di buku tulis.

Contoh tulisan siswa kelas 6C juga ditunjukkan. Sedang Ahmad Alfi, siswa kelas 6C merasakan sulit menulis tegak bersabung karena sudah lama tidak latihan. "Terakhir menulis halus ya kelas 3 SD itu," jawab Alfi.

Menurutnya, jika sering latihan mungkin bisa lebih baik. Apa ia suka dengan pembiasaan menulis itu? "Ya dijalani saja," ujar Alfi.

Sementara untuk literasi berupa bacaan, disiapkan taman baca di halaman sekolah. Awalnya ada gazebo biasa. Kemudian sejak Senin lalu diberi rak buku yang menempel di dinding gazebo itu. Juga ada rak berisi koran. Agar nyaman, di lantai gazebo diberi karpet untuk membaca. Saat istirahat atau pulang sekolah menunggu jemputan orangtua, siswa banyak ke taman bacaan itu.

"Bisa menyegarkan pikirkan," jawab Andro, siswa kelas 5 yang mengaku suka bacaan pahlawan. Jika Rohman siswa kelas 3 menyatakan bebas memilih bukunya.

Di dekat gazebo juga ada tempat duduk yang biasanya dipakai orangtua yang menunggu anaknya. Jika masih lama bisa juga mengambil buku bacaan di rak gantung di gazebo itu.

2. Penanganan Sampah

Wali Kota Malang, Sutiaji minta Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menjadi fasilitator soal kerja sama dengan Pemkab Malang terkait sampah.

Sutiaji menilai permasalahan sampah menjadi persoalan cukup serius dihadapi Pemkot Malang.

Kondisi sampah yang menumpuk di TPA Supit Urang Kota Malang.
Kondisi sampah yang menumpuk di TPA Supit Urang Kota Malang. (edgar)

Saat ini produksi sampah di Kota Malang mencapai 600 ton per hari.

Hal itu membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supiturang lama-lama menjadi over kapasitas.

Dikhawatirkan TPA Supiturang tidak akan lama lagi menampung timbunan sampah.

“Mau tidak mau kami harus ke Kabupaten Malang. Karena mau diadakan perluasan di Kota juga sudah habis,” ujar  Sutiaji. 

Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved