Malang Raya
Gema Desa, Pemkab Malang Gelar Sembako dan Pasar Murah di Kecamatan Sumberpucung
PEMKAB MALANG - Bantuan yang diserahkan meliputi sembako, bibit tanaman penghijauan, pasar murah, sarana air bersih dan bedah rumah.
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pemerintah Kabupaten Malang memberikan sejumlah bantuan bagi masyarakat di Kecamatan Sumberpucung, KabupatenMalang, Selasa (24/9/2019).
Bantuan tersebut diberikan saat berlangsungnya kegiatan Gerakan Membangun Desa (Gema Desa) untuk wilayah Kecamatan Sumberpucung.
Bantuan yang diserahkan meliputi sembako, bibit tanaman penghijauan, pasar murah, sarana air bersih dan bedah rumah.
Bupati Malang Muhammad Sanusi menerangkan, Pemkab Malang melaksanakan program Gema Deaa atas dasar instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Program Gema Desa adalah instruksi dari Bapak Presiden untuk mulai pembangunan dari pinggiran maupun desa," ujar politisi PKB itu.
Sanusi menambahkan, tidak hanya melakukan pembangunan, juga dilakukan pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang, sepeti pertanian dan peternakan.
Pemkab Malang terus berupaya melakukan percepatan pembangunan di pedesaan.
"Kementan beberapa waktu lalu menggerojok bantuan ribuan ayam bagi Kabupaten Malang. Selain itu, terobosan baru dalam pertanian juga terus dikembangkan"
"Ada dana Bosda untuk pendidikan. Sedangkan warga kurang mampu yang belum tercover BPJS, bisa berobat di rumah sakit asal membawa surat keterangan tidak mampu dari desa," janji Sanusi kepada warga.
Di sisi lain, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang menggandeng Pabrik Gula Kebon Agung menggelar bazar gula murah. Satu kilogramnya dijual seharga Rp 10 ribu. Sementara di pasaran masih sekitar Rp 11 ribu.
Personalia umum PG Kebon Agung, Rohmatul Hasanah menjelaskan, mereka sengaja membawa gula dalam jumlah banyak. Total ada dua kwintal yang dipasarkan dalam bazar ini.
"Harga yang kami jual adalah harga pabrik jadi lebih murah," kata Rohmah.
Dua kwintal gula itu dikemas dalam kemasan satu kilogram. Setiap orang hanya boleh beli maksimal dua kilogram.
Tidak menunggu waktu lama 200 kemasan gula itu ludes dibeli. Hanya dalam waktu satu jam semua gula laku terjual.
Tutik Handayani (38), salah satu warga Desa Ngebruk, menjelaskan dia cukup terbantu dengan bazar gula murah dari Disnaker yang bekerja sama dengan PG Kebon Agung. Pasalnya harga yang ditawarkan di bawah toko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/sembako-murah-kecamatan-sumberpucung-kabupaten-malang.jpg)