Malang Raya
Pemprov Jatim Beri Bekal Rp 1 Juta, Pakaian dan Sembako untuk Ratusan Pengungsi dari Wamena
“Kami menyiapkan pakaian, sembako, ada juga untuk bekal masing-masing Rp 1 juta,” ujar Gubernur Jawa Timur tentang layanan untuk pengungsi Wamena.
“Kami menyiapkan pakaian, sembako, ada juga untuk bekal masing-masing Rp 1 juta,” ujar Gubernur Jawa Timur tentang layanan untuk pengungsi Wamena.
SURYAMALANG.COM, PAKIS - Sebanyak 120 pengungsi kerusuhan Wamena, Papua, asal Jawa Timur tiba di Lanud Abdulrachman Saleh, Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (2/9/2019).
120 pengungsi tersebut tiba menggunakan pesawat Hercules tipe C-130.
Mereka rata-rata berasal dari Madura, Pasuruan, Lumajang dan Probolinggo.
Namun ada juga di antara mereka yang asal Purwokerto dan Solo, Jawa Tengah.
Kebanyakan dari mereka meninggalkan Wamena tanpa membawa apa-apa.
“Kami menyiapkan pakaian siap pakai, kemudian ada sembako, ada juga untuk bekal mereka, masing-masing terima Rp 1 juta,” ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Selain bekal berupa sembako dan pakaian, Khofifah juga menyiapkan pendampingan psikologis untuk pengungsi yang semuanya dalam penanganan pelayanan Pemprov Jawa Timur.
Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim juga mempunyai posko di Jayapura untuk membantu administrasi perantau dari Jawa Timur yang ingin pulang ke daerah asal mereka.
“Kita punya posko di Jayapura, posko kita bekerja, ramai di posko. Artinya mereka ingin mendaftarkan pulang pakai kapal atau pakai pesawat,” ujar Khofifah di kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang. Bella Ayu Kurnia Putri
BACA JUGA BERITA TERKAIT PENGUNGSI WAMENA:
• Tukang Ojek asal Pasuruan Dua Hari Masuk Hutan Wamena, Ribuan Perantau Masih Terjebak
• Duka Janda 43 Tahun Asal Probolinggo di Wamena, Rumahnya Dibakar dan Semua Hartanya Dirampas
• Duka Suparman, Tukang Ojek asal Pasuruan di Wamena: Rumah Saya Dibakar, Dua Teman Saya Meninggal
• Bupati Sampang ke Malang, Jemput Warga yang Mengungsi dari Papua, 28 Orang Masih Tertahan di Timika