Malang Raya

Tukang Ojek asal Pasuruan Dua Hari Masuk Hutan Wamena, Ribuan Perantau Masih Terjebak

“Saya menangis setiap malam. Istri saya di ujung telepon juga menangis. Meminta saya untuk pulang,” kata Nurasin di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang.

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: yuli
hayu yudha prabowo
PENGUNGSI WAMENA - Pengungsi Wamena Papua asal Jawa Timur saat tiba menggunakan pesawat hercules di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Rahu (2/10/2019). Sebanyak 120 pengungsi wamena asal jawa timur tiba di Malang untuk kembali ke daerah asal paska kerusuhan di Wamena yang mengakibatkan 33 orang tewas. 

SURYAMALANG.COM, SINGOSARI - Nurasin (40) harus terkatung-katung selama dua hari sejak kerusuhan pecah di Wamena, Papua.

Dia berjalan menyusuri hutan sebelum akhirnya berlindung di markas Kodim Wamena.

“Saya menangis setiap malam. Istri saya di ujung telepon juga menangis. Meminta saya untuk pulang,” kata Nurasin di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, 2 Oktober 2019.

Nurasin adalah warga Kecamatan Nguling, Pasuruan yang mengadu nasib ke Papua. Di sana, ia bekerja sebagai tukang ojek. Setiap hari, Rp 400 ribu berhasil dibawanya pulang untuk kemudian dikirimkan kepada keluarga.

“Saya punya dua anak. Tapi mereka semua ada di Pasuruan,” ucapnya usai turun dari pesawat Hercules TNI AU bersama 120 pengungsi lain asal Jawa Timur.

Nurasin mengaku tak ingin kembali ke Papua. Ia memilih meneruskan pekerjaanya sebagai nelayan. Profesi yang ia tekuni sebelum ia merantau.

“Trauma mbak. Jadi nelayan saja ndak apa-apa,” tutup Nurasin.

Duka Janda 43 Tahun Asal Probolinggo di Wamena, Rumahnya Dibakar dan Semua Hartanya Dirampas

Duka Suparman, Tukang Ojek asal Pasuruan di Wamena: Rumah Saya Dibakar, Dua Teman Saya Meninggal

Pemprov Jatim Beri Bekal Rp 1 Juta, Pakaian dan Sembako untuk Ratusan Pengungsi dari Wamena

Bupati Sampang ke Malang, Jemput Warga yang Mengungsi dari Papua, 28 Orang Masih Tertahan di Timika

Ribuan Perantau Masih Terjebak di Wamena

Komandan Skadron 32 Letkol Pnb Suryo Anggoro mengatakan masih ada ribuan pengungsi yang berada di Wamena. Mereka tinggal di beberapa tempat penampungan seperti Bandara, Kodim dan Polres Wamena.

“Jumlahnya masih ribuan. Dari berbagai daerah,” ujar Suryo.

Suryo mengatakan ada enam pesawat hercules yang digunakan untuk mengembalikan para pengungsi ke tempat asal. Sebagai tempat evakuasi awal, TNI AU mengangkut 1.200 orang ke Jayapura setiap harinya.

“Kalau untuk ke Jawa menyesuaikan pesawat. Kalau ke Jayapura ini tiga sampai empat kali kami bolak-balik,” imbuhnya.

Proses evakuasi perantau sudah berjalan sejak pekan lalu. Belum dapat dipastikan kata Suryo, kapan evakuasi akan dihentikan.

“Kami sesuai perintah saja dari komando atas. Tapi masih ribuan yang ada di Wamena,” pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved