Malang Raya

Dua Orang Tenaga Lepas Pemkot Batu Terjerat Peredaran Sabu-sabu, Dikomando dari dalam Penjara

Dua Orang Tenaga Lepas Pemkot Batu Terjerat Peredaran Sabu-sabu, Dikomando dari dalam Penjara

Dua Orang Tenaga Lepas Pemkot Batu Terjerat Peredaran Sabu-sabu, Dikomando dari dalam Penjara
hayu yudha prabowo
PEREDARAN SABU - Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander menanyai AW, yang merupakan Tenaga Harian Lepas DLH Kota Batu yang menjadi tersangka kasus kepemilikan Narkoba Jenis Sabu sabu seberat 500 gram dalam konferensi pers di Polres Malang Kota, Senin (7/10/2019). Satnarkoba Polres Malang Kota mengamankan 730 gram sabu-sabu siap edar dari lima tersangka berinisial AW, AS, GE, DS dan MI. 

SURYAMALANG.COM - Polres Malang Kota mengungkap jaringan peredaran narkoba yang menjerat seorang tenaga harian lepas (THL) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu. Pria bernama Acep Wahyudin alias Cecep itu kedapatan membawa 324 gram sabu ketika diringkus polisi.

“Baru sebulan pak,” ujar Cecep ketika ditanyai sudah berapa lama dia menjual sabu, Senin (7/10/2019).

Selain Cecep, polisi juga menangkap Agus Setiawan yang merupakan THL di Dinas PUPR Kota Batu. Agus adalah anak buah Cecep yang dijanjikan mendapat upah Rp 300 ribu setiap selesai mengantar paket sabu.

“Agus ini juga ngakunya sebulan,” ujar Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander.

Ia menambahkan barang haram tersebut diedarkan menggunakan sistem ranjau. Setelah Cecep selesai meletakkan narkoba di suatu tempat, giliran Agus menjemput dan mengemasnya ke dalam berbagai bentuk.

Saat ditangkap di Jalan Martadinata, Kecamatan Kedungkandang, sebanyak 100 gram sabu dikantongi oleh Agus.

“Pakai sistem ranjau ya. Jadi Cecep letakkan di suatu tempat, nanti Agus ambil. Terus dikemas,” imbuhnya.

Polisi kini memburu orang yang diduga memasok sabu dan memberikan komando kepada Cecep dan Agus. Aktor itu ditengarai berada di dalam salah satu Lapas di Jawa Timur.

“Tidak menutup kemungkinan ini sudah sampai ke pemerintahan. Masih kami selidiki,” kata Dony.

Acep dan Agus dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman 4 hingga 12 tahun penjara.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved