Malang Raya
Sutiaji Jenguk Ahmad, Petugas Damkar yang Mengalami Luka Bakar Akibat Tercebur Limbah Panas
Wali Kota Malang, Sutiaji menjenguk Ahmad Zamroni, petugas pemadam kebakaran (damkar) yang mengalami luka bakar akibat tercebur ke dalam limbah panas.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Wali Kota Malang, Sutiaji menjenguk Ahmad Zamroni, petugas pemadam kebakaran (damkar) yang mengalami luka bakar akibat tercebur ke dalam limbah panas.
Ahmad Zamroni harus terbaring lemah di RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Senin (14/10/2019).
Dia telah mengalami kecelakaan kerja saat memadamkan api yang membakar lahan tebu di Arjowinangun, Kota Malang pada Sabtu (12/10/2019).
Kejadian itu mengakibatkan Ahmad mengalami luka bakar di dua kaki, dua tangan, lengan, dan pantat.
Sutiaji datang bersama Kasatpol PP Kota Malang, Priyadi, dan para staf di lingkungan Pemkot Malang.
Sutiaji mengatakan kedatangannya ini merupakan wujud simpati terhadap ASN yang telah mengalami musibah.
“Ini kegiatan wajib bagi pemerintah untuk ikut merasakan apabila ada ASN yang terkena musibah,” ujar Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM.
Agar kejadian ini tidak terulang, dia minta Damkar Kota Malang menambah lagi SOP yang ada.
“Memang harus ada penambahan SOP. Terutama sebelum masuk ke dalam titik api.”
“Sekalian tanya ke pemilik lahan, apa-apa yang ada di dalamnya agar kejadian ini tak terulang lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Dr Yance yang menangani Ahmad mengatakan, luka bakar yang dialami oleh Ahmad sebesar 37 persen.
Kini Ahmad sedang dalam proses observasi setelah dilakukan tahap operasi pertama.
Apabila nanti hasilnya membaik, maka Ahmad dalam waktu dekat ini akan dipersilahkan untuk pulang.
Jika hasil belum bagus, maka Ahmad akan menjalani operasi yang kedua.
“Sekarang masih tahap pemulihan. Untuk bekas luka bakarnya sudah kami bersihkan seluruhnya. Dan perawatan ini semuanya tekah tercover oleh BPJS,” tandasnya.
Plt Kepala Damkar Kota Malang, Antonio Viera mengatakan kejadian itu bermula ketika Ahmad bersama dengan tim yang lain sedang memadamkan api.
Pada waktu itu tim dibagi menjadi tiga regu yang memadamkan api di wilayah barat, tengah dan utara.
Di saat melakukan proses pemadaman tersebut, tiba-tiba, ibu-ibu yang melihat prosesi pemadaman tersebut menjerit histeris.
Mereka melihat Ahmad terjebak di dalam limbah tebu panas hingga setengah badan.
Akhirnya Ahmad ditarik langsung oleh Evan, rekannya dari pemadam kebakaran dan langsung dievakuasi ke tempat yang terbuka.
“Kejadian itu berlangsung cepat. Setelah dievakuasi Ahmad langsung dibawa ke tempat yang aman,” ucap Anton kepada SURYAMALANG.COM.
Dalam kondisi luka bakar itulah, Ahmad kemudian dibawa ke RSUD Kota Malang guna menjalani perawatan.
Anton menegaskan anggotanya bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Hanya saja, SOP ini nantinya perlu diadakan penambahan biar seperti harus mencari tahu dulu kondisi lapangan sebelum melakukan pemadaman.
“Ini tadi telah kami rumuskan. Agar petugas yang memadamkan api mengetahui kondisi medan. Agar kecelakaan kerja ini tidak terjadi lagi,” ucapnya.