Malang Raya

Pernyataan Misterius Sugeng di Sidang Perdana Kasus Mutilasi Malang : "Tidak Akan Pernah Usai "

Sugeng Angga Santoso terdakwa mutilasi kota Malang menyebut pernyataan misterius tentang pembuktian kasusnya yang tak akan pernah usai.

Pernyataan Misterius Sugeng di Sidang Perdana Kasus Mutilasi Malang :
Kolase - SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya- M Rifky Edgar
Sugeng Angga Santoso terdakwa mutilasi di Pasar Besar kota Malang menyampaikan pernytaan misterius saat sidang perdananya, Senin (21/10/2019) 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Sugeng Angga Santoso, terdakwa kasus mutilasi Pasar Besar Kota Malang mengeluarkan pernyataan misterius saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Malang, Senin (21/10/2019).

Saat duduk di kursi terdakwa di sidang perdana kasus mutilasi di Pengadilan Negeri kota Malang, Sugeng Angga Santoso menyebut pernyataan misterius tentang pembuktian kasusnya yang tak akan pernah usai.

Pernyataan itu disampaikannya ketika Ketua majelis hakim, Dina Pelita Asmara menyarankan penunjukan penasihat hukum bagi Sugeng dalam menjalani sidang.

Potret Cucu Wapres Maruf Amin, Adly Fairuz & Kekasihnya, Angbeen Rishi yang Dipuji Cantik Natural

Dapat 1 Poin dari Markas Persipura, Arema FC Malah Merosot di Klasemen Liga 1 2019

Raffi Ahmad Ambil Keputusan Mengejutkan, Mundur Sejenak dari Dunia Hiburan untuk Mengobati Penyakit

Sebagai terdakwa pembunuhan disertai mutilasi di Pasar Besar Kota Malang, Sugeng Santoso sempat menolak di dampingi penasihat hukum untuk menyelesaikan kasusnya.

Penolakan itu ia lontarkan saat sidang perdananya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang.

Ketua majelis hakim, Dina Pelita Asmara menanyakan apakah Sugeng membutuhkan dampingan penasihat hukum atau tidak.

“Kalau bapak tidak bersalah dan bisa dibuktikan di pengadilan, bapak bisa bebas,” ujar Dina.

Sugeng Santoso terdakwa kasus mutilasi di kota Malang, saat memasuki ruang persidangan di PN Kota Malang, Senin (21/10/2019)
Sugeng Santoso terdakwa kasus mutilasi di kota Malang, saat memasuki ruang persidangan di PN Kota Malang, Senin (21/10/2019) (SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya)

Tapi Sugeng menolak didampingi penasihat hukum.

“Saya tidak membutuhkan. Saya akan menjalani sidang ini sendiri,” jawab Sugeng, Senin (21/10/2019).

Sugeng juga membuat hakim kesal. Pria yang tinggal di Jodipan Gang I itu mementahkan penjelasan Dina tentang pentingnya penasihat hukum di persidangan.

Halaman
123
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved