Kabar Surabaya
Kebakaran Hutan di 6 Gunung Kepung Jatim, Pemadaman dengan Water Bombing Terkendala
Sejauh ini hanya upaya pemadaman Karhutla di kawasan Arjuno-Welirang yang menggunakan helikopter water bombing. Ada 6 Kawasan Gunung yang terbakar
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kebakaran hutan di 6 gunung sedang mengepung Jawa Timur (Jatim) saat ini.
Enam kawasan pegunungan yang diterpa kebakaran itu adalah selingkar Gunung Ijen, selingkar Arjuno-Welirang, selingkar Gunung Wilis, Gunung Kawi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan Gunung Raung.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Satrio Nurseno mengatakan kejadian kebakaran hutan yang terparah ada di Gunung Arjuno-Welirang.
• 6 Pemantau Kebakaran Terjebak Kebakaran di Hutan Gunung Argopuro pada Ketinggian 1.919 Meter
• Kasus Pengusaha Beli Emas Batangan 7 Ton Disidangkan, Terungkap Nilai Fee Sebesar Rp 92 Miliar
• Untaian Balon dari Malang Meledak di Kediri dan Lukai 8 Orang, Inilah Dugaan Penyebabnya
Sejauh ini hanya upaya pemadaman Karhutla di kawasan Arjuno-Welirang yang menggunakan helikopter water bombing.
Sedangkan pemadaman kebakaran hutan lainnya dilakukan secara manual.
Ini karena Tahura Raden Soerjo Arjuno-Welirang mengajukan permohonan penggunaan helikopter.

Lebih lanjut ia menegaskan, luasan kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur terus bertambah.
Sampai hari ini sudah ada 3.400 hektar lahan yang terbakar.
"Kalau luasannya itu kami belum bisa mendata-data secara rinci. Tapi info dari Perhutani maupun Tahura ada TNBTS ada ribuan hektar," ujar Satrio.
BPBD Provinsi Jawa Timur terus berupaya bersama kabupaten kota untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan pegunungan di Jawa Timur.
Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur Subhan Wahyudiono mengatakan ada sayarat khusus untuk penanganan kebakaran hutan melalui udara dengan helikopter.

Pemerintah kabupaten kota yang memiliki wilayah harus membuat surat tanggap darurat bencana kebakaran.
"Jika sudah ada surat itu, maka kita akan buatkan surat pengajuan penggeseran heli lewat surat gubernur, jadi kami menyarankan kalau kabupaten kota sudah tidak bisa menangani secara manual maka buat SK tanggap darurat bencana kebakaran," kata Subhan.
Upaya pemadaman melalui udara hari Selasa (22/10/2019) masih dilakukan oleh satu unit helikopter yang melakukan operasi water bombing.
Namun operasionalnya masih belum maksimal lantaran terkendala cuaca berupa angin kencang.