Nasional
5 Fakta Supriadi Selamatkan Istri dari Serangan Ular Piton & Kronologi Pertarungan Manusia Vs Hewan
5 Fakta Supriadi Selamatkan Istri dari Serangan Ular Piton & Kronologi Pertarungan Manusia Vs Hewan
Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM - Berikut adalah 5 fakta aksi heroik Supriadi yang telah menyelamatkan nyawa istrinya sendiri dari lilitan ular piton sepanjang 6 meter.
Selain menyerang istri Supriadi yang kisahnya kini menjadi viral, ternyata ada insiden lain yang melibatkan ular piton yang tak kalah meneganggkan.
Hal itu terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan detik-detik menggigit kepala seorang pria yang.
Seorang warga Dusun 3, Lhoh Gampong Suka Jadi Makmur, Kecamatan Langsa Baro, Jamila alias Upik (36), Selasa (29/10/2019) pagi dililit dan nyaris dimangsa ular piton besar sepanjang 6 meter.
Nasibnya masih beruntung ketika Supriadi (40) sang suami berhasil menyelamatkan sang istri, Jamilah (36) dari lilitan ular piton sepanjang 6 meter tersebut.

Berikut adalah fakta-fakta insiden Supriadi selamatkan istrinya dari lilitan ular piton sepanjang 6 meter:
1. Terjadi di Aceh Timur
Supriadi (40) dan Jamilah (36) merupakan warga Dusun 3, Lhoh Gampong Suka Jadi Makmur, Kecamatan Langsa Baro, Aceh.
Melansir Serambinews dalam artikel berjudul 'Lolos dari Maut, Aksi Heroik Sang Suami di Langsa Baro Bebaskan Istri dari Lilitan Ular Piton', peritiwa tersebut terjadi pada Selasa (29/10/2019) pagi.
Sementara lokasi terjadinya insiden tersebut yakni di ladang karet milik Supriadi yang terletak di Keunlmuning Hulu, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.
Korban, Jamilah harus dilarikan ke rumah sakit untuk menerima perawatan akibat lilitan ular pemangsa tersebut.
Ia berhasil lolos dari maut setelah sang suami mendengar suara jeritan dan segera menolongnya terlepas dari jeratan ular piton.
Supriadi waktu itu, cepat mengetahui istrinya telah dililit ular piton tersebut.
2. Ke Ladang untuk Bersihkan Rumput
Dilansir dari Serambinews.com, setiap harinya selama ini korban Jamilah dan suaminya Supriadi, pergi ke ladangnya yang berada di Keumuning Hulu yang lokasinya masuk ke wilayah Aceh Timur.