Viral Lem Aibon di APDB 2020, Ini Dampak Buruk Jika Sering Hirup Lem, Bisa Rusak Otak
Inilah beberapa dampak buruk Lem Aibon jika dihirup berkali-kali, rupanya bisa menyebabkan kerusakan otak.
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
Anggaran Lem Mencapai Rp 82,8 M
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut menganggarkan Rp 82,8 miliar untuk pembelian lem Aibon dalam program belanja alat tulis kantor 2020.
Hal itu heboh diperbincangkan oleh warganet di media sosial setelah salah satu anggota DPRD DKI, William Aditya Sarana, mengunggah temuan tersebut ke akun Instagramnya @willsarana.
Dalam akunnya, politisi PSI itu awalnya mempermasalahkan sampai sekarang publik belum bisa mengakses dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 di situs apbd.jakarta.go.id.
Padahal, pembahasan anggaran sudah dimulai di DPRD.
Dalam unggahannya ia menuliskan:
"MURID DI SEKOLAH DKI JAKARTA DISUPLAI 2 KALENG LEM AIBON SETIAP BULAN"
"Sampai sekarang publik belum bisa mengakses dokumen APBD 2020 di apbd.jakarta.go.id ..."
Padahal pembahasan anggaran sudah dimulai di DPRD.
Dilansir dari Kompas.com pada (30/10/2019) dalam artikel berjudul 'Anggaran Lem Aibon Rp 82,8 Miliar Disdik DKI untuk Murid Dipertanyakan', William Aditiya melanjutkan:
“Namun kami berhasil mendapatkan cara untuk mengaksesnya."
"Lalu kami temukan anggaran yang cukup aneh lagi yaitu pembelian lem Aibon sebesar Rp 82 miliar lebih oleh Dinas Pendidikan,” Selasa (29/10/2019).
Dalam anggaran itu, lem Aibon hendak diberikan kepada 37.500 murid.
Namun setelah dihitung, anggaran tersebut sesuai dengan total pembelanjaan.
Di mana rinciannya ialah lem aibon senilai Rp184.000 dikalikan 37.500 lem dan dikali 12 bulan.