Malang Raya

Jurnal Gratis dari Kementerian PUPR Disosialisasikan ke Perguruan Tinggi dan Pemerintah di Malang

Jurnal Kementerian PUPR disosialisasikan pada perguruan tinggi dan pemerintah daerah, Jumat (8/11/2019), di Hotel Savana, Kota Malang.

Jurnal Gratis dari Kementerian PUPR Disosialisasikan ke Perguruan Tinggi dan Pemerintah di Malang
bpsdm.pu.go.id/jurnal/
JURNAL INFRASTRUKTUR 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Jurnal Kementerian PUPR disosialisasikan pada perguruan tinggi dan pemerintah daerah, Jumat (8/11/2019), di Hotel Savana, Kota Malang.

Aris Prihandono, Kepala Bidang Sumberdaya Litbang Kementerian PUPR, berharap dengan sosialisasi, banyak naskah yang masuk. "Sehingga persaingan makin ketat dan yang dipublikasikan makin berkualitas" jelas Aris kepada Suryamalang.com.

Dikatakan, di kementerian ada empat jurnal yaitu permukiman, SDA (Sumber Daya Air), Jalan dan Jembatan serta Sosial Ekonomi Ke PU an. "Jurnalnya sudah lama ada. Tapi ada aturan baru dimana juga harus diisi oleh pihak luar selain internal," katanya.

Menurut dia,  jurnalnya sejajar Science and Technology Index (SINTA) dari Kemenristekdikti. Kelebihannya juga free of charge atau bebas biaya.

"Kalau di jurnal lain kan harus bayar untuk publikasi," jawabnya. Dengan begitu, isi publikasi nanti tak hanya dari diseminasi litbang, tapi makin beragam penelitinya seperti dari perguruan tinggi.

Suasana sosialisasi jurnal Kementerian PUPR di Hotel Savana Kota Malang, Jumat (8/11/2019).
Suasana sosialisasi jurnal Kementerian PUPR di Hotel Savana Kota Malang, Jumat (8/11/2019). (sylvianita widyawati)

"Kami harus membawa jurnal di Kementerian PUPR makin bereputasi. Jika perlu berskala internasional. Kami tidak boleh mundur," kata Aris.

Biasanya untuk mahasiswa S2 dan S3 sebelum menyelesaikan kuliahnya harus mempublikasinya penelitiannya di jurnal terindeks, setidaknya Sinta 2.

Sedangkan Prof Dr Marjono MPhil, Direktur Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) Malang menyatakan pihaknya punya kepentingan saling menghidupkan jurnal. "Dari kementerian punya jurnal, kami juga. Kami akan saling menghidupkan. Reviewer di mereka bisa masuk ke kami. Jika mereka butuh, kami juga siap," kata Marjono.

Dikatakan di pasca ada lima prodi. Dari prodi-prodinya bisa dikoneksinya dengan jurnal di kementrian itu. Misalkan di pasca ada prodi lingkungan. Misalkan jalan tol oke, apa SDA (Sumber Daya Air) ada yang terputus yang kena dampaknya.

Dari sisi lingkungan juga bisa dibahas di jurnal jalan jembatan. Di pasca juga ada jurnal tourism. Misalkan bagaimana pariwisata berjalan tanpa merusak lingkungan.

"Banyak yang pas dengan Kementrian PUPR," jawabnya. Tapi belum melakukan kerjasama. Karena saat ini Kemenristekdikti dipecah lagi. Untuk pendidikan tinggi di Kemendikbud. Sedang riset beda lagi yang menangani "Masih menunggu 'bapaknya' siapa. Tapi sebagai perguruan tinggi harus tetap ada riset," kata Marjono.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved