Kamis, 9 April 2026

Jendela Dunia

Cinta Terlarang Profesor dan Mahasiswa Berakhir Tragis, Kerjakan Projek Bareng Endingnya Dimutilasi

Cinta Terlarang Profesor dan Mahasiswa Berakhir Tragis, Kerjakan Projek Bareng Endingnya Dimutilasi

Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
Twitter @ura_ru
Cinta Terlarang Profesor dan Mahasiswa Berakhir Tragis, Kerjakan Projek Bareng Endingnya Dimutilasi 

SURYAMALANG.COM - Cinta terlarang antara seorang profesor dengan mahasiswanya di Rusia berakhir tragis. 

Duet profesor dan mahasiswa di Rusia ini bahkan sempat melakukan sebuah projek bersama. 

Namun sayang nasib mereka harus berakhir tragis saat sang profesor memutuskan untuk membunuh dan memutilasi kekasih yang juga mahasiswanya sendiri. 

Cinta Terlarang Profesor dan Mahasiswa Berakhir Tragis, Kerjakan Projek Bareng Endingnya Dimutilasi
Cinta Terlarang Profesor dan Mahasiswa Berakhir Tragis, Kerjakan Projek Bareng Endingnya Dimutilasi (wartakota.com)

Kabar mengejutkan datang dari seorang profesor sejarah terkenal di Rusia yang ketahuan menjalin cinta terlarang dengan mahasiswanya sendiri. 

Tak hanya itu, profesor terkenal ini pun juga memutuskan untuk membunuh dan memutilasi tubuh mahasiswanya. 

Sosok profesor yang tega membunuh mahasiswanya sendiri itu bernama Oleg Sokolov dan sang kekasih yang juga menjadi korban mutilasi adalah Anastasia Yeshchenko.

Aksi sadir Oleg Solokov yang membunuh dan memutilasi tubuh Anastasia Yeshchenko pertama kali diketahui saat ditemukan potongan tangan di tasnya. 

Ketika itu Oleg Solokov yang tengah mabuk jatuh ke dalam sungai ketika berusaha untuk membuang potongan tubuh yang telah ia mutilasi

Setelah menemukan Sokolov, polisi akhirnya menemukan potongan jenazah Anastasia Yeshchenko (24) di kediaman sang profesor di St Petersburg.

Dilaporkan BBC Minggu (10/11/2019), Sokolov merupakan pakar mendiang Kaisar Perancis Napoleon Bonaparte yang pernah mendapat Légion d'Honneur.

"Dia mengakui kejahatannya," ujar pengacaranya, Alexander Pochuyev kepada AFP.

v
Anastasia Yeshchenko(Twitter @ura_ru)

Dia menambahkan kliennya itu menyesal dan siap bekerja sama dengan polisi.

Kepada penyidik, Sokolov mengungkapkan dia membunuh sang kekasih dalam sebuah argumen, dan kemudian memutilasi kepala, tangan, dan leher.

Dikatakan bahwa setelah dia membuang  seluruh potongan jenazah Yeshchenko, dia berniat bunuh diri dengan berdandan ala Napoleon.

Pochuyev melanjutkan, kliennya yang saat ini tengah mendapat perawatan karena mengalami hipotermia, kemungkinan terserang stres.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved