Nasional

Kengerian Baku Tembak Densus 88 VS Teroris di Medan, 2 Tewas dan 1 Kabur, Akan Dikejar Sampai Aceh

Kengerian Baku Tembak Densus 88 VS Teroris di Medan, 2 Tewas dan 1 Kabur, Akan Dikejar Sampai Aceh

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Kolase Tribun Jabar/Gani Kurniawan dan Tribun Medan/Danil Siregal
Ilustrasi - Kengerian Baku Tembak Densus 88 VS Teroris di Medan, 2 Tewas dan 1 Kabur, Akan Dikejar Sampai Aceh 

SURYAMALANG.COM - Kengerian baku tembak tim Densus bb dengan Teroris di Medan menewaska dua orang terduga teroris.

Dalam baku tembak yang terjadi di Medan tersebut satu orang teroris berhasil kabur dari sergapan Tim Densus 88

Kini Tim Densus 88 berusaha mengejar para terduga teroris yang kabur sampai Aceh

Dalam aksi baku tembak dengan terduga teroris di Medan ini, satu anggota Densus 88 terluka. 

ILUSTRASI - Kengerian Baku Tembak Densus 88 VS Teroris di Medan, 2 Tewas dan 1 Kabur, Akan Dikejar Sampai Aceh
ILUSTRASI - Kengerian Baku Tembak Densus 88 VS Teroris di Medan, 2 Tewas dan 1 Kabur, Akan Dikejar Sampai Aceh (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Melansir dari Tribun Medan dalam berita berjudul, "BREAKINGNEWS Densus 88 Baku Tembak dengan Teroris di Medan, 2 Terduga Teroris Tewas 1 Polisi Luka", Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Polda Sumut, menembak mati dua terduga terorism Sabtu (16/11/2019). 

Aksi baku tembak antara Densus 88 dengan terduga teroris itu terjadi dalam penangkapan yang terjadi di Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Medan. 

Baku tembak terhadap terduga teroris terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.

Dimana 2 orang terduga teroris mati tertembak dan 1 orang berhasil melarikan diri.

Saat kejadian pelaku menggunakan sepeda motor dan diadang oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri
Dalam aksi baku tembak itu, satu orang anggota Densus 88 terluka akibat pahanya tertembak dan sedang dirawat di Puskesmas Kota Datar.

Ditembak matinya dua terduga teroris dibenarkan Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, saat mengunjungi Markas Brigif 7 Rimba Raya.

Agus mengatakan dua terduga teroris ditembak mati, karena melakukan perlawanan kepada petugas saat ditangkap.

"Kedua terduga teroris ditembak mati karena menyerang anggota," kata Agus, Sabtu (16/11/2019) dikutip dari Tribun Medan

"Apakah tindakan ini harus dibiarkan. Semua ini harus ditindak tegas," tegas Agus.

Diungkapkan jenderal bintang dua ini, saat ini kedua jenazah sedang dalam perjalanan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan.

Hingga saat ini, Tim Densus 88 masih terus bergerak untuk mengejar para pelaku terduga teroris lainnya hingga ke Aceh.

“Untuk detilnya nanti saya jelaskan, tim masih kerja. Untuk yang di Aceh ada 3 orang yang diamankan,” tuturnya.

Disebutkan Agus, 9 orang berpotensi sebagai tersangka diduga terlibat dalam kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

"Sudah ada 14 orang yang amankan dan tengah diperiksa terkait bom bunuh diri. Sembilan orang berpotensi sebagai tersangka," pungkasnya.

Sehari sebelumnya, tiga rumah di Jalan Tambak Lingkungan 20, Kelurahan Canang Kering, Kecamatan Medan Belawan, digeledah selama tiga jam  Jumat (15/11/2019) mulai pukul 14.30 WIB.

Dalam penggeledahan tersebut terlihat tim Inafis serta Labfor menggeledah rumah yang berukuran lebih kurang 7x12 tersebut.

Tidak lama setelah penggeledahan, petugas membawa seorang wanita tepat pukul 15.30 WIB.

Tim gabungan Inafis dan Labfor melakukan olah TKP di Mapolrestabes Medan pascabom bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019). Akibat peristiwa tersebut pelaku tewas dan melukai empat personel kepolisian yang berjaga.
Tim gabungan Inafis dan Labfor melakukan olah TKP di Mapolrestabes Medan pascabom bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019). Akibat peristiwa tersebut pelaku tewas dan melukai empat personel kepolisian yang berjaga. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Namun, belum diketahui wanita yang diamankan tersebut apakah terkait peristiwa bom bunuh diri yang dilakukan oleh terduga pelaku Rabbial Muslim Nasution di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) kemarin.

Sekitar pukul 18.00 WIB, Tim gabungan Densus 88, Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan, petugas keluar dari lokasi yang diberi garis polisi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal (Dirkrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian keluar dari lokasi penggeledahan bersama dengan rombongan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

Namun, Andi Rian mengaku dirinya tidak bisa memberikan keterangan secara resmi, perihal dari hasil penggeledahan dan barang apa saja yang diamankan.

"Coba tanya sama Tim Densus 88 saja ya," ucap Andi singkat.

Sementara itu, Lurah Sicanang, Zulkifli yang juga turut hadir dilokasi mendampingi penggeledahan mengatakan bahwa ada tiga rumah yang digeledah.

"Rumah yang digeledah, rumah milik Rudi Suharto, Anto dan Syamsudin/Syafri," kata Zulkifli.

Terkait benda apa saja yang diamankan dari ketiga rumah, Zulkifli mengaku tidak bisa memberikan keterangan karena bukan kapasitasnya.

"Soal itu saya tidak bisa memberitahukan. Karena ada tim khusus dari Densus 88 yang lebih berhak menjelaskan soal tersebut," ujarnya.

Petugas memeriksa tamu yang akan ke Mako Brimob Polda Sumut.
Petugas memeriksa tamu yang akan ke Mako Brimob Polda Sumut. (Tribun Medan/Dimaz)

Perihal aktivitas apa yang mereka lakukan disini, Zulkifli mengaku tidak tahu.

Tapi, sebagai Lurah dirinya menyebutkan setelah kejadian ini, sudah mengimbau masyarakat untuk bersikap biasa saja.

"Kita imbau masyarakat jangan terlalu ingin mengetahui apa yang dilakukan polisi.

Beraktivitas lah seperti biasa.

Biarkan polisi melaksanakan tugasnya," imbaunya.

Disisi lain, beredar informasi dari warga bahwa selama dua bulan terakhir pengajian yang mereka lakukan cukup meresahkan masyarakat.

"Kalau soal itu coba tanya warganya saja.

Karena belum ada laporan resmi yang masuk ke saya soal itu," katanya.

Hingga malam ini, tim gabung masih terus melakukan penggeledahan di rumah tersebut, bahkan ada beberapa rumah yang juga diperiksa oleh petugas gabungan tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved