Malang Raya

SMP dan SMA di Kota Batu Wajib Punya Ekstrakulikuler PMR, Wacana Baru PMI dan Pemkot Batu

Kegiatan ekstrakurikuler PMR juga akan masuk ke dalam kurikulum pendidikan di Kota Batu.

SMP dan SMA di Kota Batu Wajib Punya Ekstrakulikuler PMR, Wacana Baru PMI dan Pemkot Batu
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Ilustrasi pelajar di Kota Batu yang menjadi anggota PMR 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pemerintah Kota Batu mewacanakan ekstrakulikuler Palang Merah Remaja (PMR) wajib ada di seluruh sekolah setingkat SMP dan SMA di Kota Batu.

Kegiatan ekstrakurikuler PMR juga akan masuk ke dalam kurikulum pendidikan di Kota Batu.

Hal tersebut disampaikan langsung Ketua PMI Kota Batu Punjul Santoso yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batu.

Kalah di Leg I Babak Semifinal, Arema FC Putri Bakal Balas Persib Bandung di Malang

Soal Dugaan Selingkuh dengan Eks Bupati Kediri, Nella Kharisma Resmi Laporkan 2 Akun FB ke Polisi

Punjul menjelaskan, anak muda di Kota Batu harus memiliki pengetahuan menangani pertolongan kemanusiaan dan kebencanaan.

"Saat ini masih sekitar 50 persen SMP yang memiliki ekstra PMR. Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Batu untuk memasukkan PMR dalam kurikulum. Sehingga untuk tahun depan bisa diterapkan,” ujar Punjul, Senin (2/12/2019).

Selain untuk meningkatkan skill pelayanan kemanusiaan dan kebencanaan, Punjul juga mengatakan kalau anggota PMR diharapkan bisa membantu kegiatan PMI Kota Batu.

Jumlah Penumpang di Stasiun Malang Bisa Tembus 113 Ribu Orang, Prediksi di Libur Natal & Tahun Baru

Namun masih dalam batasan-batasan tertentu. Ketika terjadi bencana atau kecelakaan hingga penanganan pasca bencana, masih akan tetap dikendalikan oleh anggota PMI Kota Batu.

"Jadi dengan adanya PMR tiap sekolah nanti, para pelajar paham tentang dasar kebencanaan. Saat bergabung dengan PMI, mereka akan memiliki kompetensi," bebernya.

Sementara itu Sekertaris PMI Jatim, Edi Purwinarto sangat setuju dengan usulan memasukkan ekstrakurikuler PMR dalam kurikulum sekolah.

Akan semakin banyak pelajar yang tanggap akan kebencanaan dan pertolongan pertama ketika terjadi musibah.

"Tak hanya di tingkat kota. Tapi di PMI Jatim juga memiliki program relawan kemanusiaan pada tingkat pelajar, yaitu PMR tingkat di SD, SMP hingga SMA," urainya.

Ia menambahkan, program ini diharapnya mampu menumbuhkan jiwa sosial di usia muda.

Sehingga pelajar memiliki rasa kepedulian sosial yang tertanam, khususnya di setiap anggota PMR untuk membantu sesama melalui ilmu kepalang merahan yang didapatnya. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved