Malang Raya

Soal Swasembada Susu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Sebut Butuh 30 Ribu Ekor Sapi

Guna mewujudkan swasembada susu di Jawa Timur. Khofifah menyebut butuh 30 ribu ekor sapi perah.

Soal Swasembada Susu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Sebut Butuh 30 Ribu Ekor Sapi
SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa¬† bersama Forkopimda Kabupaten Malang melakukan kunjungan ke PT Greenfields Indonesia, di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Kamis (5/12/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa  melakukan kunjungan ke PT Greenfields Indonesia, di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Kamis (5/12/2019).

Khofifah datang untuk meninjau produksi susu di perusahaan yang berdiri sejak tahun 1997 itu.

Guna mewujudkan swasembada susu di Jawa Timur. Khofifah menyebut butuh 30 ribu ekor sapi perah.

"Secara nasional kami masih impor susu 80 persen. Di jawa timur masih impor cukup besar yakni 217 ton. Kalau Jawa Timur ingin swasembada susu, dibutuhkan 30 ribu ekor sapi lagi denga produksi 20 liter perhari," ujar Khofifah usai meninjau proses produksi susu.

Guna memperluas cakupan produksi susu, Khofifah ingin PT Greenfields Indonesia memperbanyak investasi di Jawa Timur.

"Maka dari itu tempat produksi susu termasuk greenfield, bisa berinvestasi kembali dan memperluas budidaya sapi perah di jawa timur dan nasional," jelas mantan Menteri Sosial RI itu.

Politisi PKB itu menerangkan, Provinsi Kalimantan Timur yang akan diproyeksikan sebagai ibu kota RI, bisa menjadi pangsa pasar yang pontesial untuk membina penguatan hubungan dagang.

Menurutnya, wilayah sekelas ibu kota, akan membutuhkan banyak logistik seperti makanan olahan dan minuman.

"Kebutuhan logistik akan banyak tersedot. Kami ingin membangun penguatan hubungan dagang, di seluruh provinsi di Indonesia. Misi dagang 2019, sudah mencapai Rp 2,86 triliun. Ini menjadi bagian penting bagaimana titik-titik strategis bisa kami kembangkan," tutur wanita kelahiran tahun 1965.

Di sisi lain, Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyadari teknologi peternakan dari PT Greenfields Indonesia perlu direplikasi atau diterapkan pada peternak lokal di Kabupaten Malang.

Perusahaan ini (Greenfields) rata-rata produksi bisa 35 liter per hari. Kalau di adopsi ke peternak lokal maka akan meningkatkan pendapatan mereka," beber Sanusi.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Nurcahyo menerangkan, apabila menerapkan secara menyeluruh peternakan modern seperti PT Greenfields, maka membutuhkan biaya produksi yang tinggi.

"Jadi sistemnya bisa kita adopsi. Namun kalau menyamakan seperti greenfield ini butuh cost yang tinggi. Jadi metodenya aja bisa kami transfer ke masyarakat," tutur Nurcahyo.

Nurcahyo menambahkan, rata-rata produksi peternak di Kabupaten Malang bisa mencapai 15 hingga 20 liter.

"Sejauh ini distribusinya dikirim ke Nestle atau Indolakto. Kami juga memberdayakan peternak untuk dioalah sendiri di pasteurisasi produk olahan," jelas Nurcahyo. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved