Breaking News:

Kabar Probolinggo

Kronologi Emak-emak Kejar Jambret di Probolinggo, Berakibat 2 Orang Meninggal Dunia

Kronologi Emak-emak Kejar Jambret di Probolinggo, Berakibat 2 Orang Meninggal Dunia

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Kompas.com
Ilustrasi - Kronologi Emak-emak Kejar Jambret di Probolinggo, Berakibat 2 Orang Meninggal Dunia 

Saat itu korban tengah berjalan sendirian masuk ke dalam Gang Juremi di Jalan Pimpinan.

Tiba-tiba, pelaku berjumlah 2 orang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria berboncengan datang dari arah belakang.

Kedua pelaku yang terekam dalam kamera CCTV itu, memepet korban dan merampas kuat tas yang disandang korban.

Hingga korban terhempas beberapa meter dari posisinya ke seberang jalan dan terjatuh ke tanah.

3. Korban Terseret 

Wanita yang menggunakan pakaian terusan berjilbab berwarna kecoklatan itu tampak terpental ke seberang jalan.

"Korban melintas sendirian dan dari belakang langsung ditarik sampai korban terseret," kata Lia, Rabu (27/11/2019).

Begitu terhempas jatuh, pelaku berhasil membawa kabur tas korban.

Sedangkan warga sekitar yang melihat kejadian ini langsung menolong korban.

4. Mahasiswi Asal Aceh 

Korban dikabarkan warga asal Aceh.

"Korban oleh keluarga sudah dibawa ke Aceh, karena belum sadarkan diri," jelasnya.

Kejadian penjambretan sadis terekam kamera CCTV yang dipasang oleh warga di lokasi kejadian.

Pelaku dua orang menggunakan masker, juga memakai helm warna hitam dan warna merah.

5. Video-nya Viral di Medsos 

Seorang mahasiswi asal Aceh dijambret di Medan, Sumatera Utara.
Seorang mahasiswi asal Aceh dijambret di Medan, Sumatera Utara. (Tangkapan layar video CCTV )

Video rekaman CCTV ini pun banyak dibagikan netizen ke Group media sosial.

Belakangan terungkap identitas korban adalah Maharani Batubara (22) mahasiswi fakultas bahasa dan seni pada satu perguruan tinggi di Medan ini mengalami luka dan sempat tidak sadarkan diri sejenak karena tubuhnya terhempas ke jalanan.

Sahabat korban, Zakia Rahman (22) mengatakan bahwa sebelum kejadian dia dan korban yang akrab disapa Mahar yang kos di Jalan Durung, sudah ada janjian mau pergi bareng untuk mencari buket bunga yang akan diberikan kepada kakak kelas yang akan Wisuda.

Pada saat berjalan kaki tiba-tiba dua orang dengan mengendarai 1 unit sepeda motor Satria FU memepet korban.

Pelaku yang berboncengan lalu menarik tas korban yang sedang dipegang. Sehingga korban terjatuh. Kemudian kedua pelaku melarikan diri.

6. Isi Tas Korban 

Pelaku berhasil membawa tas milik korban yang berisi 1 unit telepon seluler merk Samsung M50 dan sejumlah uang tunai.

"Kejadian sekitar pukul 13.36 WIB. Mahar dengan tertatih masuk ke dalam kamar kos saya dan setelah masuk di kembali terjatuh," kata Zakia, Rabu (27/11/2019) malam.

"Saya panik langsung telepon teman-teman dan kami bawa naik taksi online ke klinik terdekat di Jalan Pimpinan, tapi ditolak karena ada retak di tempurung kepala," sambungnya.

Dijelaskan Zakia, setelah itu dia dan teman-temannya melarikan Mahar ke RS Haji Medan dan masuk ruang IGD, untuk mendapatkan pertolongan.

7. Korban Sempat Hilang Ingatan 

Ada sekitar empat jam sejak pukul 14.00-18.00 WIB, korban mendapatkan perawatan sampai akhirnya dibawa pulang oleh teman-temannya, karena kurang mendapatkan penanganan yang cepat di rumah sakit tersebut.

"Pas di rumah sakit sempat ditanya bagaimana kondisinya. Tapi komunikasi dia enggak nyambung. Misalnya dia nanya tas dimana, aku kenapa dan kenapa disini. Berulang kali itu-itu saja yang ditanyanya," kata Lucky A Richman (21), teman korban yang lain.

"Diajak komunikasi tidak nyambung. Karena kepala sebelah kanan atas bocor dan mendapatkan enam jahitan berbentuk L," sambungnya.

8. Keluarga dari Aceh Datang ke Medan 

Disebutkan pria bertubuh tegap ini, temannya itu merupakan warga asli asal Batangtoru.

Dia merupakan anak terakhir dari 8 bersaudara.

Saat berada di rumah sakit, Mahar sempat menelepon keluarga.

Dia sempat telepon orangtua nangis-nangis.

Terus setelahnya dia enggak ingat baru telepon.

Kemudian abangnya dari Aceh dan keluarga lainnya berjumlah 5 orang kemudian bergegas jalan menuju Medan untuk melihat kondisi adiknya.

9. Dibawa ke Siantar 

Tepat Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, rombongan keluarga Mahar yang datang dari Aceh sampai di Kota Medan dan langsung menjumpai Mahar yang sudah berada di salah satu rumah kos-kosan teman menunggu abangnya tiba.

"Pokoknya apa yang dilakukan dan ditanya setelahnya dia tidak ingat lagi. Malam itu juga setelah keluarganya sampai di Medan, Mahar langsung dibawa ke Siantar ke rumah abangnya," ujarnya.

Pascakejadian, Lucky mengaku belum ada komunikasi lagi dengan temannya itu. Tapi dengan keluarga ada dilakukan komunikasi. Dia dan teman-temannya sudah disuruh untuk membuat laporan.

"Info keluarga kondisi Mahar sudah mendingan. Dia sempat dibawa ke rumah sakit lagi di Siantar. Bahkan dia infonya rencana mau pulang dalam waktu dekat untuk segera menyelesaikan kuliahnya. Tapi keluarganya belum kasih," jelasnya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved