Kabar Tulungagung

Tergiur Upah Rp 300.000, Tukang Ojek Tulungagung Ini Malah Kehilangan Motor

Hendro Basuki (55) kehilangan motor Honda Scoopy nopol AG 2725 RBF setelah tergiur upah Rp 300.000 sebagai tukang ojek.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Motor Honda Scoopy yang sempat dilarikan dan digadaikan Marsum Widyatmoko (38) di Sidoarjo. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Hendro Basuki (55) kehilangan motor Honda Scoopy nopol AG 2725 RBF setelah tergiur upah Rp 300.000 sebagai tukang ojek.

Ojek di Terminal Gayatri Tulungagung ini menjadi korban penipuan yang dilakukan Marsum Widyatmoko (38).

Anggota Polsek Ngunut telah menangkap Marsum di Desa/Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.

“Tersangka telah melarikan motor Honda Scoopy milik tukang ojek di Terminal Gayatri Tulungagung,” terang AKP Siti Nurinsana, Kapolsek Ngunut kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (18/12/2019).

Aksi penipuan ini terjadi pada 6 Desember 2019.

Saat itu Marsum berangkat dari Blitar ke Tulungagung dengan bus.

Sesampai di Terminal Gayatri, Marsum mencari tukang ojek yang mempunyai motor bagus.

Marsum memilih Hendro Basuki yang ngojek dengan motor Honda Scoopy.

“Kepada korbannya, tersangka minta diantar keliling untuk mencari ayam jago jenis bangkok,” sambung Siti.

Setelah lama berputar-putar di wilayah kota, Marsum tidak kunjung mendapat ayam yang diinginkan.

Karena itu Marsum minta kepada Hendro untuk diantar mencari ayam bangkok di Ngunut.

Marsum menjanjikan upah Rp 300.000 kepada Hendro.

“Kemudian mereka berangkat ke Ngunut, tepatnya di Lingkungan 8 Desa Ngunut,” tutur Siti.

Marsum sempat mendatangi rumah seorang warga dan menawar ayam bangkok milik tuan rumah.

Namun lagi-lagi dia beralasan kurang cocok dan ingin melihat ayam bangkok di Pasar Ngunut.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved