Malang Raya

Bayi Berumur 4 Hari Asal Bedali Lawang Malang, Berjuang Dengan Kondisi Gastroschisis di RSSA

Bayi Firman dilarikan ke RSSA setelah dilahirkan dengan bantuan seorang bidan di Lawang dan baru diketahui mengalami Gastroschisis begitu dilahirkan

Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri | Editor: Dyan Rekohadi
Dokumentasi keluarga
Bayi Firman yang mengidap Gastroschisis. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kondisi memprihatinkan dialami bayi berumur 4 hari dari pasangan Dewa dan Grace , warga Bedali Lawang yang menderita Gastroschisis.

Bayi yang kemudian diberi nama Firman (sebelumnya disebut bayi Grace, sesuai nama ibunya) itu kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).

Bayi Firman dilarikan ke RSSA setelah dilahirkan dengan bantuan seorang bidan di Lawang dan baru diketahui  mengalami Gastroschisis begitu dilahirkan.

Camat Sukun Bantu Tenangkan Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang yang Terlibat Bentrok di Kampus

Suami Istri Pasangan Guru Besar UM dan Unmer Malang Meninggal Bersama Saat Menumpang Bentor

Nenek bayi, Ellen, menyebut keluarga terkejut dengan kondisi bayi mengingat sebelumnya kondisi bayi dalam kandungan dinyatakan normal.

"Padahal waktu periksa dokter kandungan di USG katanya normal, semua kondisinya baik," ujar Ellen saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Sabtu (11/1/2020).

Gastroschisis adalah cacat lahir pada dinding perut bayi, kondisi usus bayi keluar tubuh tanpa lapisan pelindung melalui lubang di dekat pusar. 

Gastroschisis yang diderita Firman membuat ususnya yang tergantung keluar akan semakin mengembang jika terkena udara.

“Jadi pas lahir tanggal 7 Januari kemarin, lahir dibantu bidan, namun setelah mengetahui kondisinya seperti ini langsung dengan ambulance kami bawa Ke RSSA,” ujar Mimiko, tante Firman kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (11/1/2020).

Dokter yang menangani Firman mengatakan bahwa harapan hidup Firman hanya tinggal 1 Persen sejak ditangani di Rumah Sakit.

Meski demikian, kenyataannya bayi Firman mampu bertahan sejak dilahirkan hingga saat ini, 4 hari mendapat perawatan di RSSA

Pihak keluarga hingga kini juga belum mendapat informasi terkait penangan lebih lanjut bagi bayi Firman.

Belum ada informasi untuk tindakan operasi atau tindakan lain untuk memperbaiki kondisi bayi Firman.

Selama 4 hari di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang orangtua bayi Firman harus menanggung biaya pengobatan mencapai Rp 10 juta.

Mimiko mengatakan untuk biaya pengobatan keponakannya tersebut bisa menghabiskan hingga Rp 2 juta setiap harinya.

Ayah Firman yang bernama Dewa bekerja sebagai sopir, sedangkan ibunya yaitu Grace hanyalah ibu rumah tangga biasa.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved