Malang Raya

Dirut PDAM Kota Malang Pastikan Warga Sudah Teraliri Air, Datangi Perumahan BTU

Sejak Rabu kemarin (22/1/2020), PDAM Kota Malang telah mencoba mengalirkan air di wilayah Perumahan Bulan Terang Utama (BTU).

SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Direktur Utama PDAM Kota Malang, M Nor Muhlas saat mendatangi Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) pada Kamis siang (23/1/2020). 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Direktur Utama PDAM Kota Malang, M Nor Muhlas mendatangi Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) pada Kamis siang (23/1/2020).

Kedatangan Muhlas tersebut untuk memastikan apakah daerah tersebut sudah teraliri air apa belum.

Pasalnya, sejak Rabu kemarin (22/1/2020), PDAM Kota Malang telah mencoba mengalirkan air di wilayah tersebut.

Sidang Putusan ZA Sempat Molor 20 Menit, Pembacaan Putusan Dilakukan Secara Terbuka

Putusan ZA Dinyatakan Terbukti Penganiayaan, Ini Skema yang Harus Dijalani di LKSA Darul Aitam

BREAKING NEWS : Putusan Bagi ZA, Remaja Pembunuh Begal Malang Dikirim Ke LKSA Dairu Aitam

Yakni dengan mengaktifkan kembali pipa jaringan ke Perumahan BTU melalui tandon Buring bawah.

"Ini tadi kami meninjau sekaligus bersilaturahmi dengan warga. Apakah airnya sudah mengalir ke rumah warga atau belum," ucap Muhlas.

Dia menambahkan, bahwa saat ini air sudah mulai mengisi tandon air di Perumahan BTU.

Kemungkinan, tandon tersebut akan terisi air pada sore hari dan setelah itu bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar.

"Ini tadi masih separuh tandon. Kemungkinan sore hari sudah penuh," ucapnya.

Meski air telah mengalir di Perumahan BTU, namun debitnya belum normal seperti biasanya.

Dikarenakan, air tersebut mengambil tandon air lain yang semestinya dialirkan ke kawasan lain.

Untuk itu, PDAM akan tetap memberikan bantuan berupa tangki air gratis apabila sewaktu-waktu nanti dibutuhkan oleh warga.

"Konsekuensinya di daerah lain pasti juga akan berkurang debitnya. Akan tetapi kami sudah memaksimalkan jaringan pipa di Wendit 2 yang dulunya sempat vakum," ucapnya.

Sementara itu, Emik Gandanama ketua RW 17 Kelurahan Madyopuro yang tinggal di Perumahan BTU menyampaikan, bahwa air sudah mengalir sejak Kamis dinihari sekitar pukul 02:00 WIB.

Akan tetapi, air belum mengalir dengan normal dan sempat mati pada pukul 05:00 WIB.

"Ya sejak mati itu masih belum mengalir lagi. Karena masih ada perbaikan dan pengisian tandon di Perumahan BTU," ucapnya.

Dengan telah mengalirnya air di Perumahan BTU ini, Emik berharap kejadian krisis air bersih di Kota Malang bisa segera terselesaikan.

Dikarenakan, dirinya bersama 3.700 warga yang tinggal di Perumahan BTU sudah 13 hari tidak teraliri air bersih.

"Harapan kami, air bisa kembali mengalir. Dan kami warga di sini juga bisa kembali beraktifitas normal kembali," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved