Breaking News:

Sidang Pembunuh Begal di Malang

PN Kepanjen Sudah Buat Putusan, Tapi ZA Tidak Harus Langsung Ditempatkan Di LKSA Darul Aitam

Sesuai dengan tuntutan JPU, putusan bagi ZA adalah harus menjalani pembinaan di LKSA Darul Aitam selama satu tahun.

TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Pembimbing Kemasyarakatan (PK ) Madya Balai Pemasyarakatan Malang, Indung Budianto saat menemui para awak media usai sidang, Kamis (23/1/2020). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen Malang telah membuat putusan bagi ZA yang dinyatak terbukti melakukan penganiayaan menyebabkan kematian, Kamis (23/1/2020).

Sesuai dengan tuntutan JPU, putusan bagi ZA adalah harus menjalani pembinaan di LKSA Darul Aitam selama satu tahun.

Tapi putusan itu tidak serta merta harus dijalankan ZA seiring dengan usainya sidang putusan kasusnya di PN Kepanjen.

BREAKING NEWS : Putusan Bagi ZA, Remaja Pembunuh Begal Malang Dikirim Ke LKSA Dairu Aitam

Pengadilan Negeri Kepanjen : Pembelaan Diri atau Noodweer ZA Tidak Terbukti, Putusan 1 Tahun Cukup

Pemuda Lumajang Bunuh Paman Sendiri dengan Pedang Demi Selamatkan Nyawa Ayah dari Ancaman Celurit

Terdakwa pembunuh begal, ZA (17) rencananya baru akan ditempatkan di LKSA Darul Aitam setelah putusan hukumnya berkekuatan tetap (inkracht).

"Harus inkracht dahulu putusan hukumnya. Saat ini putusannya tersebut masih belum inkracht sehingga kita belum bisa melaksanakannya," ujar Pembimbing Kemasyarakatan (PK ) Madya Balai Pemasyarakatan Malang, Indung Budianto kepada TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM) usai persidangan, Kamis (23/1/2020).

Ia menjelaskan ZA sendiri akan tetap dapat bersekolah seperti biasanya meskipun ditempatkan di LKSA.

"Jadi di dalam LKSA tersebut, ZA masih bisa bersekolah di tempat sekolahnya. Namun untuk tempat tinggalnya sementara ada di LKSA, jadi mirip seperti anak kos lah," jelasnya.

Dan di dalam LKSA Darul Aitam tersebut nantinya ZA akan menjalani kegiatan pembinaan mental dan keagamaan seperti mengaji dan shalat berjamaah layaknya mengikuti pondok pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, Indung Budianto juga menambahkan bahwa kondisi psikis ZA tidak terlalu terguncang.

"Memang terguncang tapi sifatnya hanya ringan saja. Namun bila memang dibutuhkan bantuan psikologi maka akan kita berikan bantuan psikolog dari Bapas Malang," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved