Makin Bahaya! Sopir Bus Asal Jepang Terinfeksi Virus Corona Padahal Tak Pernah Pergi ke Wuhan China

Makin Bahaya! Sopir Bus Asal Jepang Terinfeksi Virus Corona Padahal Tak Pernah Pergi ke Wuhan China

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Kompas.com
Makin Bahaya! Sopir Bus Asal Jepang Terinfeksi Virus Corona Padahal Tak Pernah Pergi ke Wuhan China 

SURYAMALANG.COM - Semakin bahaya teror virus corona sudah menyebar di negara China dan sekitarnya seperti Jepang

Seorang sopir bus di Jepang diberitakan telah terinfeksi virus corona yang kini tengah menjadi sorotan. 

Yang menakutkan adalah fakta jika sang sopir bus yang tinggal di Jepang tersebut tertural virus corona padahal tidak pernah pergi ke Kota Wuhan maupun negara China. 

Jalanan di Kota Wuhan, China, terlihat sepi karena ancaman virus corona, Sabtu (25/1/2020).
Jalanan di Kota Wuhan, China, terlihat sepi karena ancaman virus corona, Sabtu (25/1/2020). (AFP/HECTOR RETAMAL via Kompas.com)

Kabar seorang sopir bus di Jepang yang tertular virus corona meski tidak pernah pergi ke China saat ini menjadi sorotaan. 

Kejadian ini pun telah dikonfirmasi oleh Pemerintahan Jepang

Pemerintah Jepang mengkonfirmasi penularan virus corona pertama antar manusia pada Selasa (28/1/2020).

Dikutip dari SCMP, seorang sopir bus berusia 60-an dinyatakan terinfeksi virus corona pada. Selasa (28/1/2020).

Sang sopir bus di Jepang ini positif terinfeksi virus corona bersama 3 orang lainnya.

Sopir bus tersebut tidak pernah pergi ke Wuhan, namun ia sempat menyopiri para turis yang berasal dari sana.

Terinfeksinya sopir bus tersebut menambah jumlah total pasien dengan virus corona di Jepang, yaitu menjadi 7 orang per Rabu (29/1/2020).

ILUSTRASI Turis dari Tiongkok tiba di Bandara Narita Jepang. Banyak pengunjung dari negara itu telah membatalkan rencana perjalanan karena penyebaran virus corona.
ILUSTRASI Turis dari Tiongkok tiba di Bandara Narita Jepang. Banyak pengunjung dari negara itu telah membatalkan rencana perjalanan karena penyebaran virus corona. (Foto oleh Kai Fujii/nikkei.com)

Pemerintah telah meningkatkan upaya untuk mencegah virus corona menyebar lebih jauh di Jepang, dengan menerapkan langkah-langkah mengkarantina pasien.

Sopir bus yang terinfeksi bulan ini mengangkut wisatawan yang berasal dari Wuhan dua kali, kata Menteri Kesehatan Katsunobu Kato.

Ia membawa 31 penumpang dari Osaka ke Tokyo tanggal 8-11 Januari.

Ia lalu melakukan perjalanan kembali dari 12 hingga 16 Januari dengan 29 penumpang, ungkap seorang pejabat dari Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan.

Saat itu, tidak ada turis yang menunjukkan gejala infeksi yang jelas.

Para turis tersebut kini telah kembali ke China.

Sopir bus mengalami gejala-gejala termasuk batuk pada 14 Januari.

Ia pergi ke rumah sakit di Nara tiga hari kemudian tetapi tidak didiagnosis dengan pneumonia hingga hari Sabtu (18/1/2020).

Saat ini si sopir dirawat di rumah sakit dalam kondisi stabil.

Kementerian Kesehatan juga mengkonfirmasi dua kasus lagi, seorang pria dan wanita berusia 40-an yang sempat berkunjung ke Wuhan.

Pria itu didiagnosis menderita pneumonia di Prefektur Aichi, Jepang tengah, sementara wanita itu didiagnosis di Hokkaido.

Kekhawatiran atas penyebaran virus di Jepang telah meningkat selama liburan Baru Imlek, yang diperkirakan akan membawa masuknya wisatawan China.

Jepang Kirim Pesawat untuk Evakuasi Warga Negaranya di Wuhan

Jepang mengirim pesawat pertama untuk memulangkan warga negaranya dari Wuhan, China, titik awal virus corona berasal.

Pesawat Boeing 767 yang dioperasikan oleh All Nippon Airways, terbang dari Haneda ke Provinsi Hubei pada Selasa (28/1/2020) untuk mengevakuasi warga negara Jepang yang berada di sana.

Saat berangkat, penerbangan carteran itu akan membawa 20 ribu masker dan 50 set pakaian pelindung.

Pesawat carteran untuk evakuasi warga negara Jepang di Wuhan
Pesawat carteran untuk evakuasi warga negara Jepang di Wuhan (Kyodo/SCMP)

Pesawat itu dijadwalkan kembali ke Jepang pada Rabu (29/1/2020) pagi membawa 200 warga negara Jepang.

Penerbangan itu melibatkan dokter dan dua perawat untuk pemeriksaan medis.

Mereka yang memiliki gejala seperti demam akan dikirim ke rumah sakit saat mendarat di bandara Haneda Tokyo.

Sementara yang tidak memiliki tanda-tanda virus dapat pulang dan kemudian bekerja atau sekolah.

Namun mereka diimbau untuk menghindari keramaian dan mengukur suhu mereka dua kali sehari.

UPDATE PASIEN VIRUS CORONA

Berikut adalah update data pasien penderita virus corona yang tersebar di seluruh dunia.

Berdasarkan data ArcGIS yang dihimpun dari WHO, CDC, NHC dan Dingxiangyuan, hingga Rabu, 29 Januari 2020 pukul 8.15 WIB, tercatat sudah ada 5.578 kasus virus corona yang terkonfirmasi dengan rincian sebagai berikut:

Baca: Video Momen Nenek 87 Tahun di Wuhan Sembuh dari Virus Corona & Keluar Ruang Isolasi, Disambut Meriah

Daratan China: 5.494

Thailand: 14

Hong Kong: 8

Taiwan: 8

Jepang: 7

Macau: 7

Singapura : 7

Australia: 5

AS: 5

Perancis: 4

Jerman: 4

Malaysia : 4

Korea Selatan: 4

Kanada: 2

Vietnam: 2

Kamboja: 1

Nepal: 1

Sri Lanka: 1

Data per Rabu, 29 Januari 2020 pukul 8.15 WIB
Data per Rabu, 29 Januari 2020 pukul 8.15 WIB (arcgis)

Sementara itu, pasien meninggal dunia berjumlah 131 orang yang semuanya berasal dari China.

Hubei memiliki jumlah kematian terbanyak dengan 125 orang, diikuti Henan, Beijing, Shanghai, Hainan, Heilongjiang, Hebei masing-masing satu meninggal dunia.

Sedangkan, pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona berjumlah 107 orang.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved