Kabar Mojokerto

Sadis dan Brutal, Tiga Anak di Bawah Umur Membacok Santri yang Pulang dari Pengajian di Mojokerto

Sadis dan Brutal, Tiga Anak di Bawah Umur Membacok Santri yang Pulang dari Pengajian di Mojokerto

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/M Romadoni
Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung mengamankan tiga pelaku pencurian dengan kekerasan di Mapolres Mojokerto. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Satreskrim Polres Mojokerto membekuk tiga pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap santri Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang.

Mirisnya, ketiga pelaku perampokan itu adalah anak di bawah umur yang berstatus sebagai pelajar SMP di Kabupaten Mojokerto.

Pelaku bernama IM alias Boim (15) putus sekolah warga Dusun Tepusari, Desa Karangjeruk Kecamatan Jatirejo berperan sebagai otak kejahatan pencurian denga kekerasan.

Pelaku IF (15) pelajar kelas 3 SMP warga Desa Jrambe, Kecamatan Dlanggu dan pelaku DV (14) kelas 2 SMP warga Dusun Pirim, Desa Plososari Kecamatan Puri.

Keduanya berperan memegang korban saat merampas handphone.

Polisi menangkap tiga pelaku di rumahnya masing-masing, Jumat (24/1/2020).

Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung menjelaskan, ketiga pelaku bertemu korban M Ghozali Muttaqin (16) santri Asrama Bani Romli Ponpes Darul Ulum Peterongan Jombang ketika menumpang mobil pikap Mitsubishi L300 di jalan raya Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, Jumat (17/1/2020) dini hari pukul 23.30 WIB.

Korban bersama tujuh temannya sesama santri usai menghadiri pengajian di Mojokerto menumpang mobil pikap akan pulang ke Ponpes Darul Ulum, Peterongan Jombang.

"Di tengah perjalanan pelaku merampas handphone milik santri tapi korban melawan sehingga pelaku IM membacok korban dengan senjata tajam jenis sabit," ujarnya di Mapolres Mojokerto, Rabu (29/1/2020).

Ia mengatakan korban mengalami luka bacok parah di bagian kepalanya.

Sampai sekarang masih dirawat dan sudah dirujuk ke rumah sakit di Bandung Jawa Barat karena yang bersangkutan berasal dari sana.

"Korban mengalami luka yang cukup dalam di bagian kepala sekarang masih dirawat intensif di rumah sakit, korban warga Bandung yang mondok di Pesantren Darul Ulum Jombang," ungkapnya.

Masih kata AKBP Feby DP Hutagalung, penyelidikan selama dua hari pasca kejadian pihaknya memperoleh petunjuk ada masyarakat yang mengenal salah satu pelaku perampas handphone tersebut.

Pihaknya mendapat identitas dan berhasil menangkap ketiga pelaku yang merupakan anak di bawah umur.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved