Cara Wanita Menipu Emak-emak Untuk Serahkan Harta Benda, Pakai Belajar Yel-yel Segala
Penipuan masal terjadi di kota Bekasi, modus operandi pelaku tergolong cukup unik.
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Penipuan masal terjadi di kota Bekasi, modus operandi pelaku tergolong cukup unik.
Tak tanggung-tanggung, korban merupakan 10 ibu-ibu.
Bahkan pelaku yang merupakan seorang wanita sempat mengajari para korban untuk melakukan yel-yel.
Dilansir dari Tribun Jakarta dalam artikel 'Penipuan Massal di Bekasi Diduga Pakai Hipnotis, Korban Ibu-ibu Alami Kerugian Rp 70 Juta', korban rugi hingga 70 juta.
Penipuan tersebut terjadi pada Kamis, 16 Januari 2020, di salah satu rumah warga di RT 01/RW 03, Perumnas 1, Kelurahan Kayuringinjaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Beginilah cerita selengkapnya:
1. Bertemu Korban di Posyandu
Awal mula kasus ini dimulai dari pertemuan salah satu korban, Tati dengan sang pelaku.
Kala itu Tati yang merupakan kader Posyandu bertemu dengan pelaku di Puskesmas Perumnas 2 Kayuringinjaya.
Saat itu Tati hendak mengambil obat untuk Posyandu RT 01 yang dikelolanya.
Ia pun dikenalkan Oleh Pelaku kepada beberapa kader Posyandu lainnya.
Di sana, Tati diminta untuk mencarikan 10 orang lansia untuk mengikuti program yang diadakan salah satu produk susu khusus lansia.
"Jadi pelaku ngaku dari A, dia mau bikin program."
"Kita 10 orang itu diminta buat yel-yel terus nanti di syuting sama TV, syutingnya di mall," jelas Hartiningsih.
2. Korban Diajari Yel-yel
Tati lalu membawa pelaku ke rumahnya, hingga dipertemukan oleh para korban lainnya.
Di rumah Tati, para korban yang berjumlah 10 orang dikumpulkan dan dilatih yel-yel untuk persiapan syuting.
Laiknya orang yang hendak tampil di depan kamera, ibu-ibu ini pun berdandan rapi.
Sebagian mereka menggunakan perhiasan berharga agar terlihat modis.
Setelah latihan yel-yel cukup, lima orang korban lalu diajak ke Grand Metropolitan Mall menggunakan taksi online.
"Berangkat pertama saya (Hartiningsih), Ibu Edy, Ibu Mantio, Ibu Marni, Tati sama si pelaku."
"Semuanya enam orang," paparnya.
3. Korban Diminta Lepaskan Perhiasan
Korban Hartiningsih, Ibu Edy, diminta menanggalkan perhiasan dan ponsel ke dalam tas masing-masing.
Pelaku beralasan saat acara nanti, bakal ada sedikit santunan sehingga jangan menunjukkan kemewahan.
"Ya sudah kita nurut saja karena katanya mau ada santunan, jangan terlihat mewah."
"Itu belum masuk ke mal."
"Kita masih di depan mal kira-kira 50 meterlah dari pintu masuk," jelas Hartiningsih.
4. Pelaku Memisahkan Korban
Setibanya di mal, Pelaku pun mulai melancarkan aksinya dengan cara memisahkan para korban.
Pertama pelaku memerintahkan Tati untuk mencari tempat fotokopi untuk mengkopi berkas indentitas peserta.
Dua korban yang tadi sudah diminta untuk melepas perhiasan lalu diperintahkan masuk ke dalam mal.
Dua korban lagi,yakni Ibu Mantio dan Ibu Marni diperintahkan menjaga tas dan barang berharga milik dua korban yang masuk ke dalam mal.
"Kita diantar sampai ke dalam mal, terus kita diminta nunggu."
"Dia pergi lagi ke luar mal alasannya buat menjemput yang dua teman kita yang tadi jaga tas," jelas dia.
Selanjutnya, korban yang memegang tas lalu dihampiri pelaku dan dia meminta agar menyerahkan tas milik Hartiningsih dan Ibu Edy.
"Kata Ibu Mantio dan Ibu Marni dia agak memaksa, cuma saya heran juga itu kenapa bisa dikasih."
"Pas sudah pegang tas itu dia langsung suruh Ibu Manatio ke atas menyusul saya," jelas dia.
5. Pelaku Kabur
Ketika sudah mendapatkan tas berisi barang-barang berharga, pelaku kabur mengenakan taksi konvensional.
"Alasan dia pergi pakai taksi buat menjemput teman-teman kita yang masih di rumah."
"Kan kita ada 10, yang jalan duluan ke mal baru 5, nah ternyata dia kabur enggak balik," jelasnya.
Para korban baru sadar ketika Tati mengecek langsung ke dalam mal dan bertanya ke sekuriti apakah ada acara produk susu yang disebut pelaku.
"Pas di cek dalam mal enggak ada acara A, dari situ sadar kalau kita ditipu," papar Hartiningsih.