Kawasan Suhat Langganan Macet, Wali Kota Malang Minta Rektor Mundurkan Jam Kuliah Pagi

Pemkot Malang akan meminta para rektor untuk memundurkan jam kuliahnya.Yang biasanya jam pertama dimulai jam 07.00 WIB, diminta untuk mundur jam 09.00

Kawasan Suhat Langganan Macet, Wali Kota Malang Minta Rektor Mundurkan Jam Kuliah Pagi
SURYAMALANG.COM/HUMAS PEMKOT MALANG
Walikota Malang, Sutiaji saat melakukan peninjauan di persimpangan jalan soekarno-hatta kota Malang Senin (3/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Kemacetan yang ada di Jalan Soekarno Hatta atau Kawasan Suhat kini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Malang (Pemkot Malang).

Wali Kota Malang Sutiaji bahkan punya ide untuk mengajak para rektor di Kota Malang untuk ambil bagian menyelesaikan masalah kemacetan ini, salah satunya meminta memundurkan jadwal atau jam kuliah.

Kemacetan di kawasan Suhat selalu terjadi pada pagi dan sore hari.

Hingga akhirnya, Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan Kota Malang melakukan rekayasa lalu lintas.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, bahwa kondisi lalu lintas di jalan Suhat utamanya di sekitaran jembatan dan apartemen Soekarno Hatta ini membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak.

"Salah satunya dari para rektor khususnya di perguruan tinggi yang mahasiswanya banyak mengakses jalan ini; kami berharap agar secepatnya dapat kita lakukan rapat koordinasi untuk membahas permasalahan ini" ujarnya dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM.

Dia juga menambahkan bahwa Pemkot Malang akan meminta para rektor untuk memundurkan jam kuliahnya.

Yang biasanya jam pertama dimulai pada pukul 07.00 WIB, maka meminta untuk dimundurkan pada pukul 09.00 WIB.

"Tidak menutup kemungkinan pula jika nantinya kita atur jam masuk pada instansi perkantoran; khususnya pelayanan di Pemerintah Kota Malang, agar tidak terjadi penumpukan masyarakat yang datang" tambahnya.

Ke depan, Sutiaji juga berencana akan membangun underpass di daerah tersebut sebagai salah satu solusi untuk memecahkan kemacetan di wilayah tersebut.

Untuk itu, pihaknya akan menggandeng akademisi dan para ahli transportasi untuk menganalisis.

"Tentu saja kami akan berkoordinasi dengan siapapun demi memecahkan permasalahan ini" tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved