Banjir Kota Malang

Kronologi dan Proses Evakuasi Mobil Terseret Banjir di Jalan Simpang Piranha Atas, Kota Malang

Petugas berhasil mengevakuasi mobil Mitsubishi Lancer nopol DD 1321 YC yang terbawa arus banjir di saluran air Jalan Simpang Piranha Atas, Kota Malang

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Proses evakuasi mobil terbawa banjir di saluran air di Jalan Simpang Piranha Atas, RT 5 RW 2 Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (10/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Petugas berhasil mengevakuasi mobil Mitsubishi Lancer nopol DD 1321 YC yang terbawa arus banjir di saluran air Jalan Simpang Piranha Atas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (11/2/2020) sekitar pukul 02.00 WIB.

Mobil milik Bambang Sugiantoro (42) ini hanyut pada Senin (10/2/2020) sekitar pukul 17.30 WIB.

“Saat itu hujan deras mengguyur kawasan ini, dan saluran air di dekat perumahaan ini menjebol satu rumah warga sehingga kawasan ini banjir cukup tinggi,” ujar Bambang kepada SURYAMALANG.COM.

Saat kejadian, Bambang memarkir mobilnya di bagian belakang rumah atau berada dekat tembok plengsengan perumahaan.

“Akibat banjir itu, tembok plengsengan setinggi dua meter dan panjang enam meter ambrol.”

“Sehingga mobil saya ikut masuk ke saluran air,” jelasnya.

Bambang baru menyadari mobilnya terbawa arus banjir dan masuk ke saluran air sekitar pukul 18.00 WIB.

“Karena banjirnya cukup tinggi, saya fokus menyelamatkan barang di dalam rumah.”

“Saat saya mau mengecek mobil, ternyata sudah tidak ada dan hanyut terbawa saluran air.”

“Mobil saya hanyut, dan terhenti di jembatan saluran air yang jaraknya dengan rumah saya sekitar 300 meter,” terangnya.

Bambang hanya bisa pasrah melihat mobilnya mengalami kerusakan cukup parah akibat kejadian tersebut.

“Tapi yang penting anak-anak selamat, dan tetangga tidak ada yang menjadi korban,” tambahnya.

Kondisi mobil setelah dievakuasi akibat banjir di Jalan Simpang Piranha Atas, Kota Malang, Selasa (11/2/2020).
Kondisi mobil setelah dievakuasi akibat banjir di Jalan Simpang Piranha Atas, Kota Malang, Selasa (11/2/2020). (SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan)

Sementara itu, Staf Sarana Prasarana Kecamatan Lowokwaru, Rokhim menerangkan insiden itu berawal dari saluran air yang meluap akibat hujan deras.

“Kemudian air di saluran itu menjebol tembok rumah Sopyan di Perum Piranha Village.”

“Lalu bangunan rumahnya yang dekat dengan saluran air itu jebol sehingga air masuk ke dalam rumahnya, dan menggenangi seluruh perumahaan,” bebernya.

Saat kejadian, pihak kecamatan telah meninjau ke lokasi.

“Tidak ada korban jiwa. Tapi, kerugian materil sekitar Rp 50 juta. Pihak kelurahan telah mensurvei ke lokasi.”

“Nantinya laporan survei itu disampaikan ke pihak BPBD dan DPUPR Perkim agar segera memperbaiki bangunan yang rusak akibat kejadian tersebut,” kata Rokhim.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved