Anggota DPRD Ngamuk Tahu Pasien BPJS Kelas 3 Meninggal di Selasar Rumah Sakit, Ini Klarifikasi RS
Anggota DPRD Ngamuk Tahu Pasien BPJS Kelas 3 Meninggal di Selasar Rumah Sakit, Ini Klarifikasi RS
Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
“Dari hasil evaluasi, baru kemudian kami tentukan tindakan selanjutnya,” kata Nur Rakhman.

Diberitakan sebelumnya, pasien Rezky (21) warga Palas, Lampung Selatan meninggal di selasar depan ruang rawat penyakit dalam RSAM pada Senin (10/2/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Keluarga pasien kecewa lantaran pelayanan rumah sakit seperti mempingpong anak mereka yang berada dalam kondisi kritis.
“Udah tahu ini penyakit dalam, kenapa nggak dari kemarin? Kenapa jadi pembiaran? Nunggu kayak gini (kritis) baru dipindahkan?” kata Lilik, orangtua Rezky.
Lilik makin kecewa setelah Rezky dibawa ke ruang penyakit dalam.
“Mau masuk kamar ini penuh, kamar itu penuh, ternyata belum disiapkan, masih dicari-cari? Kayak dipingpong cari ruangan,” kata Lilik.
Klarifikasi Rumah Sakit Terkait Dugaan Penelantaran Pasien
Direktur Pelayanan RSAM, Pad Dilangga membenarkan peristiwa itu terjadi di rumah sakit yang dipimpinnya.
“Pasien bernama MR usia 21 tahun, beralamat di Palas, Lampung Selatan,” kata Pad Dilangga dalam konfrensi pers di RSAM, Selasa (11/2/2020).
Pad Dilangga mengatakan, pasien MR masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSAM pada Minggu (9/2/2020) pukul 6.36 WIB.
Pasien MR adalah pasien rujukan dari RS Bob Bazar, Kalianda.
“Pasien MR dirujuk dengan diagnosa demam berdarah, diare, dan hepatitis. Kondisi pasien sakit berat dan sesak nafas,” kata Pad Dilangga.
Pad Dilangga membantah pihak rumah sakit telah menelantarkan pasien MR.
Ia mengatakan, pasien MR sudah dirawat di IGD dan telah dikonsultasikan kepada dr Riki serta rencananya akan diberi transfusi darah sebanyak dua kantong dan transfusi trombosit 10 kantong.
Minggu sore, kata Pad Dilangga, pasien MR masih sakit berat dan gelisah sehingga terapi dilanjutkan.