Permendikbud Sudah Keluar, Perguruan Tinggi Didorong Laksanakan Program Kampus Merdeka

Universitas Brawijaya Malang mengundang Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Prof drh Aris Junaedi PhD untuk sosialisasi Kampus Merdeka

Permendikbud Sudah Keluar, Perguruan Tinggi Didorong Laksanakan Program Kampus Merdeka
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Suasana sosialisasi program "Kampus Merdeka" di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Jumat (14/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Universitas Brawijaya (UB) Malang mengundang Plt Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Prof drh Aris Junaedi PhD untuk sosialisasi program 'Kampus Mendeka', Jumat (14/2/2020) di Gedung Widyaloka.

Hadir dalam acara itu adalah rektor, para wakil rektor, dekan, dosen dll. "Kami dorong perguruan tinggi melaksanakan program ini. Apalagi kan sudah keluar permendikbudnya no 3,4, 5, 6 dan 7," jelas Aris pada SURYAMALANG.COM seusai kegiatan.

Selain itu juga perlu banyak memggandeng mitra kerja untuk tempat magang mahasiswa dan melakukan perubahan di kurikulumnya.

"Kan di programnya, mahasiswa bisa mengambil mata kuliah di luar prodinya dan melakukan magang. Maka kampus harus melakukan perubahan panduan akademiknya segera dan disesuaikan dengan permendikbud yang sudah keluar," kata Aris.

Sehingga perguruan tinggi harus cepat bergerak. Ia yakin UB bisa segera melaksnakan ini karena dari rektor sudah ada komitmen sebagai responsnya. Sedang khusus untuk PTN yang sudah berbadan hukum (PTNBH) sudah membuat indikator kinerja untuk program ini dan akan dievaluasi oleh akhir tahun.

Jika tidak terpenuhi maka akan diberi sanksi atau bantuan dikurangi. Sedang untuk PTS, sudah disosialisasikan lewat LL Dikti (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi).

PTS juga didorong melaksanakan program kemendikbud. "Kami juga ingin PTS semangat melaksanakannya," jawabnya.

Sedang Ir Achmad Wicaksono MEng PhD, Ketua LP3M UB menambahkan UB siap melaksanakan program kemendikbud.

"Saya rasa untuk UB sudah siap menjalankan. Setelah ini ada workshop. Dengan sudah keluarnya Permendikbud, maka akan ada aturan yang membolehkan mahasiswa mengambil mata kuliah di prodi lain," kata Soni, panggilan akrabnya.

Maka nanti ada peraturan rektor atau perubahan peraturan rektor sesuai permendikbud.

"Di buku panduan pendidikan UB sebelumnya sudah ada sebenarnya aturan mahasiswa boleh mengambil mata kuliah di luar prodinya. Boleh sampai 12 SKS.

"Tapi petunjuk lengkapnya yang belum ada. Saya juga belum punya data apakah sebelumnya sudah ada mahasiswa yang mengambil mata kuliah di luar prodinya di UB," paparnya.

Juknis yang perlu diperjelas seperti apa ada kelas sendiri di fakultas lain dan dosennya bagaimana. Dikatakan, saat nanti ada workshop dengan kaprodi, hal-hal seperti itu juga perlu diperjelas.

Dikatakan Aris, sejumlah PTN memang mengundang perwakilan dari Ditjen Dikti untuk memberi sosialisasi lebih mengenai program 'Kampus Merdeka'. Tapi secara umum sudah disampaikan kepada forum rektor dan BEM kampus.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved