Breaking News:

Travelling

Menengok Industri Kecap Manis Cap Jeruk Pecel Tulen, Kecap Legendaris Surabaya sejak tahun 1937 (1)

Pabrik kecap ini dimulai dari industri rumahan yang dikelola oleh Hwan King Hien dan kini telah diwariskan ke generasi ke tiga, Wahyu Handoko.

Laporan Wartawan TribunJatimTravel.com/ Nur Ika Anisa
Para pekerja menyelsaikan proses kemasan di pabrik kecap Manis Cap Jeruk Pecel Tulen, selasa (18/2/2020) 

"Jadinya bagus kalau hitam, kalau gula merah yang lebih kuning nanti pengaruh ke warna kecapnya jadi kuning kemerahan," kata dia.

Kesibukan Ibu-Ibu Karyawan Kecap Manis

Sejak pagi puluhan ibu-ibu tampak terbagi di beberapa kesibukan untuk memulai memasak kecap manis.

Di ruang pertama, ada empat ember kedelai yang difermentasi dengan garam selama tiga minggu untuk siap untuk dimasak.

Bahan yang sudah difermentasi dicampur dengan gula merah dan rempah-rempah.

Sejak pukul 06.00 WIB, ibu-ibu karyawan kecap manis mulai memasak di depan tiga wajan berukuran besar di atas tungku kayu bakar.

Sembari menunggu kecap mengental hingga berwarna kehitaman, ibu-ibu mengaduk bahan menggunakan pengaduk stainless steel.

"Tergantung gulanya kalau cepat hitam ya cepat matang, sekitar enam jam. Setelah kecap matang, disaring," kata pekerja Sulik kepada rombongan Tour Tematik House of Sampoerna.

Kecap yang matang mulai mengalir dari pipa-pipa ke ruangan lainnya, sementara duduk ibu-ibu yang siap menuangkan kecap dari panci ke botol-botol kaca.

Botol-botol kaca berukuran 600 mili liter tertata di susunan krat untuk kemudian ditutup dan dilabel.

Halaman
123
Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved