Breaking News:

Berita Batu hari Ini

Bau Sampah TPA Tlekung Kota Batu Mulai 'Usir' Penduduk, Warga Desa Ingin Pindah Rumah

Sejumlah warga Dusun Gangsiran Ledok yang mengeluh berencana untuk menjual rumah dan pergi dari tempat tinggalnya saat ini.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
TPA Tlekung di Desa Tlekung Kota Batu, Selasa (25/2/2020). Aroma sampah dari TPA Tlekung banyak dikeluhkan warga sekitar sehingga ada yang ingin pindah rumah. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Bau menyengat dari TPA Tlekung membuat aktivitas warga Dusun Gangsiran Ledok, Desa Tlekung, Kota Batu.

Sekretaris Desa Tlekung yang juga warga Dusun Gangsiran Ledok, Nuryanto menceritakan warga sudah jarang berkumpul di luar rumah karena aroma sampah sangat menyengat.

Tidak hanya itu, dikatakan Nuryanto, sejumlah warga yang mengeluh berencana untuk menjual rumah dan pergi dari tempat tinggalnya saat ini.

Nia Ramadhani Kebangetan, Baru Sadar Hamil Anak Kedua Saat Usia Kandungan 5 Bulan, Mertua jadi Heran

Alasan Meggy Wulandari Ingin Ceraikan Kiwil, Tak Ada Kenangan Manis: Kado Selalu Minta

BREAKING NEWS : Klub Liga 2 Semeru FC Lumajang Diakuisisi Muhammadiyah Jawa Timur

Pasalnya, mereka tidak tahan terhadap semerbak bau sampah yang keluar dari TPA Tlekung.

“Harapan kami ya dikelola dengan baik. Ya itu tadi dampaknya seperti bau meresahkan masyarakat sekitar. Banyak yang ingin pindah rumah seperti depan rumah saya. Akibat bau yang keluar malam hari, dulu kami sering nongkrong di depan, sekarang ya dikurangi. Bau sampah telah mengurangi aktivitas warga,” kata Nuryanto saat ditemui di Kantor Desa Tlekung, Selasa (25/2/2020).

Diakui Nuryanto, bau menyengat semakin kuat saat musim penghujaan.

Sampah-sampah yang membusuk mengeluarkan aroma tidak sedap sekitar pukul 3 pagi dan selepas maghrib.

Nuryanto menduga, pengelolaan sampah di TPA Tlekung kurang efektif karena pegawainya sedikit.

Walaupun tidak ada keluhan lansung dari masyarakat, Nuryanto mengaku sering membicarakan bau sampah TPA Tlekung dengan Kepala Dusun Gangsiran Ledok dan Ketua RW setempat.

Kekhawatiran lain muncul karena warga sekitar menggunakan air yang berasal dari sumur galian maupun Hippam.  

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved