Berita Batu Hari Ini
Stok Gula Pasir dan Beras di Kota Batu Aman, Dinas Ketahanan Pangan : Stok Cukup Hingga 2 Bulan
Stok gula pasir dan beras bagi warga Kota batu dinyatakan masih aman meskipun ada kenaikan harga di pasar.
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, BATU – Stok gula dan beras di Kota Batu aman hingga perkiraan dua bulan ke depan.
Stok gula pasir dan beras bagi warga Kota batu dinyatakan masih aman meskipun ada kenaikan harga di pasar.
Ada kenaikkan harga untuk gula, sedangkan beras harganya stabil.
• Pemkot Batu Siapkan Anggaran Rp 7 Miliar Hadapi Virus Corona, Rp 2,5 Miliar untuk Pasien Covid-19
• Stasiun Kota Baru Malang Terapkan Social Distancing Kepada Calon Penumpang
• Satgas Covid-19 Pemkot Malang Baru Swab 8 Orang, Hasil Tracing Pasien Positif Corona di Malang
Gula mengalami kenaikkan harga yang semula di antara Rp 16 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp 17 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Eko Suhartono mengatakan tidak ada gejolak akan kebutuhan gula di Kota Batu. Hanya saja diakuinya harga gula mengalami kenaikan.
“Sementara ini hanya harga, kalau gejolak tidak ada. Sementara ini landai, harga naik dari Rp 16.5 ribu per Kg, menjadi Rp 17 ribu per Kg. Sementara kondisinya aman, di pasar ada. Hanya harganya saja naik,” kata Eko, Kamis (19/3/2020).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Wiwik Nuryati mengatakan, kondisi gula di Bulog memang kosong karena terkandala dengan harga eceran tertinggi (HET). Namun begitu, stok di Kota Batu masih aman.
“Kalau di Batu kondisinya aman. Beras dan gula aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” katanya.
Kapasitas untuk kebutuhan gula di Kota Batu dalam sebulan sekitar 1.600 ton. Sedangkan stok saat ini ada 1800 ton.
Dari stok yang ada itu Wiwik memperkirakan, kebutuhan aman hingga waktu sebulan lebih.
“Mungkin sebulan dan dua bulan ini masih aman makannya masyarakat harus tenang tidak perlu ada kepanikan,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot Batu telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 26 ton. Bantuan itu disalurkan sejak Rabu (18/3/2020).
Beras didistribusikan ke 2.655 KK yang ada di Kota Batu.
“Masing-masing KK dapat 10 Kg. Selain itu sebagai kegiatan rutin, juga bantuan kepada masyarakat agar masyarakat tenang. Kalau misalnya nanti ada sesuatu, ada anggaran Rp 3,6 M,” paparnya.
Anggaran Rp 3,6 miliar itu disiapkan untuk membeli kebutuhan masyarakat jika sewaktu-waktu ada kelangkaan bahan pangan.
Dengan adanya bantuan tersebut, Wiwik berharap masyarakat bisa merasa aman dan tenang.
“Ini memang jadwal menyalurkan bantuan, tapi paling tidak juga memberikan rasa aman kepada masyarakat,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kepala-dinas-ketahanan-pangan-kota-batu-wiwik-nuryati.jpg)