Virus Corona di Jatim

Angka Positif Covid-19 Jatim Melonjak, 8 Kasus dari Kluster Pelatihan Calon Petugas Haji Surabaya

Dari 10 orang positif covid-19 di Lamongan, 8 di antaranya adalah hasil tracing calon petugas haji yang pelatihan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya

SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh
Tambahan kasus positif baru melonjak. Ditemukan 8 Kasus baru dari Kluster Pelatihan Calon Petugas Haji di Asrama Haji Sukolilo , warga Lamongan 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tambahan kasus positif  Covid-19 di provinsi Jawa Timur pada Jumat (3/4/2020) melonjak cukup signifikan.

Pada hari ini ada tambahan kasus positif covid-19 baru sebanyak 49 orang.

Tambahan kasus baru tersebut tersebar sebanyak 33 orang di Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan sebanyak 10 orang, sebanyak 3 orang di Kabupaten Sidoarjo, 1 orang di Kabupaten Gresik, sebanyak 2 orang di Kabupaten Kediri.

97 Warga Jatim Terdeteksi Positif di Rapid Test, 16 Di Antaranya Tenaga Kesehatan

Kendaraan Nunggak Pajak Sampai 5 Tahun Bebas Denda & Bisa Bayar Online, Pemutihan Faktor Covid-19

11 Tahun Lalu Marshanda Dicap Gila Karena Video Viral Jogetnya, Kini Doi Sindir Para Penggila TikTok

Ada catatan tersendiri, di mana kasus positif baru dari peserta kegiatan pelatihan petugas haji di Sukolilo Surabaya kembali bertambah.

“Ada tambahan 49 orang terkonformasi positif. Yang cukup banyak tambahan ada di Surabaya sebanyak 33 orang, di Lamongan ada 10 orang. Nah yang 10 orang di Lamongan ini 8 di antaranya adalah hasil tracing calon petugas haji yang pelatihan di Sukolilo,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dalam konferensi pers, Jumat (3/4/2020), sore.

Dengan begini, Khofifah mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Lamongan masuk dalam zona merah karena sudah ada warganya yang positif dan langsung dalam jumlah besar.

Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan menjaga physical distancing.

Warga masyarakat di 21 kabupaten kota yang berzona merah harus mematuhi aturan protokol kesehatan.

Bagi masyarakat yang masih butuh beraktivitas dibatasi hanya untuk yang memang urgent. Seperti untuk keperluan kesehatan, berhubungan dengan logistik, serta perdagangan dan perkonomian.

“Kami juga minta teman teman menyerukan psysical distancing, cuci tangan dengan sabun dan tolong disampaikan kita bisa berjemur setiap pukul sembilan dan sepuluh untuk mendapatkan vitamin D dari matahari,” kata Khofifah.

Sementara itu Ketua Gugus Tracing Penanganan Covid-19 Jawa Timur Kohar Hari Santoso menjelaskan bahwa Gugus Tugas terus melakukan tracing dari kasus positif covid-19 kluster dari Pelatihan Calon Petugas Haji yang ada di Asrama Haji pada 9-18 Maret 2020.

“Dari 10 kasus tambahan dari Lamongan 8 diantaranya adalah tracing pelatihan haji. Nah 6 di antara 8 yang positif covid-19 tersebut adalah berasal dari Petugas Kesehatan Haji Indonesia. Sedangkan dua dari 10 itu di luar pelatihan. Satu di antaranya memiliki penyakit penyerta TBC, dan satu lagi teman dari salah satu yang positif yang ikut pelatihan di Asrama Haji,” tegas Kohar.

Di sisi lain pengumuman tambahan kasus positif yang diumumkan Pemprov Jatim hari ini berbeda dengan yang diumumkan pusat. Dimana pusat mengumumkan ada 52 tambahan kasus positif di Jatim.

“Selisih tiga, itu namanya sama. Jadi tambahannya ya 49 ini,” kata Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved