Virus Corona di Jatim

Pasar Kapasan & PGS Surabaya Ditutup Karena Corona, Tim Tracing Covid-19 Minta Warga Beri Informasi

Dari dua pasar tersebut diketahui ada total 5 pasien positif Covid-19, 4 orang sering berinteraksi di PGS dan 1 orang sisanya biasa di Pasar Kapasan

SURYAMALANG.COM/Sugiharto
Sejumlah anak-anak tanpa mengenakan masker bermain di Pasar Kapasan Baru Surabaya, Sabtu (4/4/2020). Baru-baru ini terdeteksi seorang yang sering beraktifitas di pasar ini positif covid-19 dan pasar yang jadi pusat perkulakan bahan kain ini ditutup 14 hari. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Warga yang biasa bebelanja atau sesama pedagang di Pusat Grosir Surabaya (PGS) dan Pasar Kapasan Surabaya diharapkan melapor atau memberi informasi kepada petugas untuk memutus rantai penularan virus corona atau covid-19.

Untuk diketahui, Pusat Grosir Surabaya (PGS) dan Pasar Kapasan ditutup selama 14 hari akibat adanya warga yang positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) yang sempat beraktivitas di pasar tersebut.

Dari dua pasar tersebut diketahui ada total 5 pasien positif Covid-19, empat orang di antaranya sering berinteraksi di PGS dan satu orang sisanya biasa berinteraksi di Pasar Kapasan.

Mengetahui hal tersebut, Ketua Gugus Tracing Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Kohar Hari Santoso mengatakan pihaknya memang sedang mengembangkan tracing untuk beberapa klaster termasuk klaster yang ada di Surabaya.

Pengembalian Tiket Kereta api Mudik 2020 Diperpanjang Hingga 4 Juni 2020, Berikut Cara Refund

Berita Arema Hari ini Populer, Kilas Balik Drama 8 Gol Lawan Persija & Denda Rp 100 Juta dari PSSI

Berita Malang Hari Ini Populer, Evakuasi Penumpang Tewas di Bus Pakai APD & TKW Dibunuh Suami

"Ada beberapa episentrum tentunya termasuk yang keberadaannya ada di pasar tersebut," ucap Kohar, Minggu (5/4/2020).

"Jadi benar kami sedang melakukan tracing. Memang benar ada yang dari pasar," lanjutnya.

Karena masih dalam tahap pendalaman tracing, Kohar belum bisa menjelaskan bagaimana peta penularan Covid-19 yang ada di Pasar Kapasan maupun PGS.

Dalam pengembangan tracing ini, Kohar yang juga menjabat sebagai Dirut RSUD Saiful Anwar Kota Malang ini meminta masyarakat agar kooperatif dan terbuka dalam memberikan informasi kepada petugas yang sedang melakukan pendalaman tracing.

"Mohon masyarakat bisa menyampaikan datanya secara lebih terbuka sebenarnya dalam aturan hukumnya dalam situasi seperti ini masyarakat harus betul-betul bisa memberikan informasi," ucap Kohar.

Setelah Pasar Kapasan yang dikarantina lantaran Covid-19 lebih dulu, Pusat Grosir Surabaya (PGS) berikutnya juga bakal ditutup selama 14 hari ke depan.

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved