Virus Corona di Batu

Sanak Keluarga Makamkan Sendiri PDP Terkait Covid-19 yang Meninggal di Kota Batu, Kenakan APD

Proses pemakaman tersebut dilakukan secara mandiri oleh sanak keluarga pasien meninggal. Protap pemakaman menggunakan APD lengkap tetap dijalankan

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Proses pemakaman pasien PDP yang meninggal di Kota Batu, Rabu (8/4/2020). 

SURYAMALANG.COM, BATU – Satu warga Kota Batu yang statusnya pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia dan dimakamkan sendiri oleh sanak keluarganya secara mandiri, Rabu (8/4/2020).

Pasien meninggal dimakamkan di pemakaman umum yang berada di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Batu, M Chori menerangkan, pasien PDP yang meninggal pada Rabu telah diperiksa di Puskesmas Bumiaji sebelumnya.

Kota Malang Akan Terapkan PSBB, 2 Alasan Jadi Modal Wali Kota Malang Mengajukan ke Pemprov Jatim

41 Karyawan Hotel Pondok Jatim Park Kota Batu di PHK, Dampak Pandemi Covid-19

1655 Karyawan Swasta di Kabupaten Malang Dirumahkan, Kepala Disnaker Sampaikan Sikap

Sebelumnya, pasien ada keluhan badan bengkak, sesak nafas, batuk minim dan tanpa demam serta punya riwayat penyakit diabetes militus.

“Diagnosa sementara oleh pihak Puskesmas Gagal jantung akut. Sesuai protap lalu pasien dirujuk ke RS Karsa Husada dan dilakukan tindakan foto rontgen dengan hasil gambaran pneumonia. Selanjutnya pasien dirawat diruang isolasi dan dilakukan rapid test dan hasilnya negatif,” ujar Chori, Rabu (8/4/2020).

Selama di RS, pasien ditangani oleh tiga dokter spesialis terdiri atas dokter spesialis penyakit dalam, jantung dan paru.

Kondisi pasien stagnan dan tidak ada perkembangan sehingga dilanjutkan dengan pengambilan sampel swab.

“Namun kondisi pasien terus mengalami penurunanan dan mengalami gangguan pernafasan sehingga harus dibantu dengan ventilator. Pada Rabu ini, kondisi pasien tidak bisa dipertahankan dan meninggal dunia dengan status PDP karena terjadi pemburukan keadaan paru yang masif,” imbuh Chori.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batu, Susana Indah Wati mengatakan, hasil swab dapat diketahui sekitar seminggu kemudian.

Ia juga menjelaskan bahwa penerapan pemakaman menggunakan APD lengkap. Protap itu sesuai yang telah diinstruksikan oleh Kementerian Kesehatan.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved