Virus Corona di Malang

UPDATE Virus Corona di Malang Jatim, Surabaya & Batu 8 April 2020 Total Positif 15, PDP 113, ODP 495

UPDATE Virus Corona di Malang Jatim, Surabaya & Batu 8 April 2020 Total Positif 15, PDP 113, ODP 495

Suryamalang.com/kolase http://infocovid19.jatimprov.go.id/
Pasien Positif Corona di Jawa Timur 8 April 2020 

Pasien Positif Covid-19 = 84 orang

Pasien Sembuh Covid-19 = 23 orang

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 8 orang

ODP (Orang Dalam Pengawasan) = 917  orang

PDP (Pasien Dalam Pengawasan) = 367 orang 

- Jawa Timur (Jatim)

Pasien Positif Covid-19 = 194 orang

Pasien Sembuh Covid-19 = 42 orang

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 16 orang

ODP (Orang Dalam Pengawasan) =  11564 orang

PDP (Pasien Dalam Pengawasan) = 1083 orang 

*Catatan: angka persebaran covid-19 di atas dapat berubah sewaktu-waktu.

Data di atas dikutip dari http://infocovid19.jatimprov.go.id dan https://lawancovid-19.surabaya.go.id/

Uraian Berita Penyebaran Covid-19 di Kota Malang dan Kabupaten Malang 

1. Pasien Positif Corona dari 3 Orang Tenaga Kesehatan 

Ilustrasi masker
Ilustrasi masker (Pixabay/Coyot)

Tiga tenaga kesehatan atau petugas medis di Kota Malang positif virus corona atau Covid-19.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan tiga tenaga kesehatan tersebut berasal dari satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang.

"Artinya, saat ini benteng tekahir (tenaga kesehatan) kami sudah kena," ucap Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (7/4/2020).

Sutiaji minta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19.

Masyarakat perlu menerapkan physical distancing (pembatasan jarak).

Dia mengungkapkan masyarakat merupakan garda terdepan dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Sedangkan tenaga kesehatan merupakan benteng terkahir dalam menangani pasien Covid-19.

"Sudah ada kekhawatiran dari tenaga kesehatan. Karena jumlahnya terbatas, dan penanganan Covid-19 ini dikhususkan bagi spesialis paru dan penyakit dalam," tambahnya.

Saat ini Pemkot Malang bergegas melakukan tracing atau pelacakan untuk mencegah terjadinya penularan.

Tracing tersebut difokuskan di tiga wilayah di Kota Malang yang menjadi tempat tinggal dari tiga tenaga kesehatan yang positif Covid-19 tersebut.

"Tenaga kesehatan yang positif ini tidak Orang Dalam Pemantauan (ODP), tapi Orang Tanpa Gejala (OTG). Jadi kami melakukan tracing ke daerahnya," ucapnya.

Sutiaji menambahkan dari tiga pasien positif tersebut, ada yang dirawat di rumah sakit rujukan, dan ada yang dikarantina di guest house yang telah disiapkan Pemkot Malang.

Petugas akan mengawasi tiga tenaga kesehatan yang merupakan OTG tersebut.

"Orang yang lebih tahu saja bisa kena, apalagi kita. Jadi memang corona ini semakin susah untuk dikendalikan," tandasnya.

Sebagai informasi, jumlah keseluruhan pasien positif corona di Kota ada delapan orang per 6 April 2020.

Tiga orang telah dinyatakan sembuh, dan lima orang termasuk tiga tenaga kesehatan sedang menjalani perawatan dan pengawasan.

Sedangkan untuk ODR 842 orang, OTG 51 orang, ODP 302 orang dan PDP ada 34 orang.

2. Warga Giat Donor Darah

Warga donor darah di Kantor UTD PMI Kota Malang.
Warga donor darah di Kantor UTD PMI Kota Malang. (SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya)

 

Warga Kota Malang mulai datang ke kantor Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI untuk mendonorkan darah.

Sempat sepi karena pandemi Covid-19 atau virus corona, kini antusiasme masyarakat untuk donor darah meningkat kembali.

Seorang warga, Abdul Malik mengatakan rutin datang ke UTD PMI untuk donor darah.

Namun karena musim pandemi virus Corona, dia meliburkan kegiatannya itu.

"Tapi belakangan saya dengar stok darah mulai menipis. Akhirnya saya datang lagi untuk donor," ucap Malik, Selasa (7/4/2020).

Dia mengatakan sengaja mempersiapkan kondisi tubuh agar memenuhi persyaratan donor.

Sebagai antisipasi tertular virus corona, Malik juga mengenakan masker dan mengantongi hand sanitizer.

"Iya tadi malam sudah tidur cukup supaya bisa donor," katanya.

Kepala Kantor UTD PMI Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati mengaku senang dengan antusiasme masyarakat untuk donor darah kembai.

Sebab saat awal pandemi virus corona, kata dia, pasokan darah PMI berkurang hingga 60 persen.

"Karena kan banyak mobil unit donor darah yang tidak keliling," terang Enny.

Saat, lanjut Enny, stok darah di PMI Kota Malang berjumlah 665 kantong dengan berbagaai golongan.

Stok darah tersebut diprediksi dapat memenuhi kebutuhan darah di Kota Malang.

"Rata-rata dari semua golongan bisa kami penuhi 80 persen," ujarnya.

Kini, PMI Kota Malang bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk pemenuhan stok darah di rumah sakit.

Ia pun mengimbau masyarakat tidak takut donor meski wabah virus corona masih berlangsung.

"Kami menerapkan pembatasan interaksi fisik di PMI saat donor. Kami sediakan tenda agar tidak desakan. Jadi, masyarakat tidak perlu takut," terangnya.

3. Masa SE Wali Kota Diperpanjang 

Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan Surat Edaran tentang imbauan bagi pengusaha dan Perbankan untuk memberikan bantuan untuk pencegahan dan penanganan virus corona atau Covid-19 dicabut karena sudah disalah gunakan
Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan Surat Edaran tentang imbauan bagi pengusaha dan Perbankan untuk memberikan bantuan untuk pencegahan dan penanganan virus corona atau Covid-19 dicabut karena sudah disalah gunakan (SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah)

Pemkot Malang resmi memperpanjang masa Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang bagi para pelaku usaha sampai 21 April 2020.

Hal tersebut tercantum dalam SE Wali Kota Malang Nomor 10 Tahun 2020 tentang kesiapsiagaan dunia usaha dalam menghadapi Covid-19.

SE tersebut merupakan penyempurnaan dari SE Wali Kota Malang sebelumnya di Nomor 9 dan Nomor 7 di tahun 2020.

Di mana dalam isi SE tersebut isinya sama, hanya saja SE ini diperpanjang sampai 21 April 2020.

"Kalau SE sebelumnya kan hanya sampai 7 April 2020. Nah sekarang kita perpanjangan 14 hari lagi sampai 21 April 2020," ucap Wasto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (7/4/2020).

Perpanjangan SE tersebut dilakukan karena situasi dan kondisi di Kota Malang berkaitan dengan Covid-19 belum juga selesai.

Di mana jumlah Orang Dalam Resiko (ODR) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Malang jumlahnya terus meningkat.

Untuk itu, perpanjangan SE tersebut bisa saja kembali terjadi apabila situasi di Kota Malang masih belum normal sepenuhnya seperti sediakala.

"Jadi sebelum 21 April 2020 nanti akan kami evaluasi lagi. Kalau situasi dan kondisinya belum memungkinkan ya kita perpanjang lagi 14 hari ke depan," ucapnya.

Sebagai informasi, dalam SE Wali Kota Malang Nomor 10 Tahun 2020 ini berisi tentang kesiapsiagaan dunia usaha dalam menghadapi Covid-19.

Di antaranya ialah mengimbau kepada sejumlah tempat perbelanjaan, swalayan/toko modern, rumah makan, restoran, cafe dan PKL hanya diperbolehkan buka mulai pukul 07:00-20:00 WIB.

Hal serupa juga berlaku bagi konter handphone, rental mobil, toko elektronik dan toko bangunan.

Sedangkan untuk Bioskop, tempat wisata, tempat hiburan malam, fitnes center, warnet serta jenis usaha lainnya ditutup sejak berlakunya surat edaran ini sampai dengan tanggal 21 April 2020.

Sedangkan untuk apotek, stasiun, pengisian bahan bakar (SPBU) dan usaha fasilitas kesehatan yang lain tetap buka seperti biasa.

Dalam isi edaran tersebut juga menyebutkan, tempat yang melayani makan dan minum diperbolehkan hanya dengan cara pesan antar.

Apabila terjadi antrean, maka diperbolehkan untuk mengantre dalam jarak satu meter.

Surat edaran ini berlaku hingga tanggal 21 April 2020 mendatang.

Pemberlakuan selanjutnya akan dilakukan evaluasi sesuai perkembangan situasi dan kondisi.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved