Jumat, 5 Juni 2026

Virus Corona di Malang

PAD Kabupaten Malang Terus Menyusut Setiap Bulannya, Bisa Turun 50 Persen Imbas Wabah Covid-19

Pada bulan Januari PAD Kabupaten Malang bisa mengais uang senilai Rp 49 miliar. Pada bulan Februari Rp 24 miliar.Berlanjut pada Maret jadi Rp 14 M

Tayang:
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
ILUSTRASI - Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Sektor pariwisata yang jadi menjadi penyumpang PAD Kabupaten Malang kini terpuruk karena wabah virus corona. PAD pun terus menyusut 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyusut karena lmbas mewabahnya Covid-19.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang, Purnadi menerangkan penurunan PAD mencapai 50 persen.

Padahal target awal pihaknya optimis mencapai Rp 715 miliar.

PAD Kota Batu Diprediksi Turun Hingga Rp 80 Miliar Selama Wabah Corona Hingga 3 Bulan ke Depan

Bupati Malang Gagal Paparan di Video Conference Nasional Karena Gangguan Koneksi Internet

Bapenda Kota Malang Gugat Perkara Perdata WP Bandel via Online, Kasus WP Hotel Siap Disidangkan

Penyebabnya beragam, salah satunya perekonomian yang sedang lesu.

"Sekitar 50 persen kemungkinan penurunannya. Mungkin PAD hanya sekitar Rp 371 miliar," tutur Purnadi ketika dikonfirmasi, Kamis (9/4/2020).

Purnadi mengaku, Pemkab Malang terpaksa harus melakukan penghematan dan biaya pengeluaran daerah.

Pemerintah Kabupaten Malang beberapa waktu lalu sudah menentukan kebijakan penutupan tempat pariwisata.

Alhasil, perputaran ekonomi dari sektor pariwisata terhenti. Sehingga pundi-pundi uang bagi Pemkab Malang itu kini tak bisa dikeruk secara maksimal.

"Juga retribusi parkir semakin menurun. Masyarakat memang tidak boleh keluar rumah karena situasi pandemi ini," kata Purnadi.

Sementara itu, penurunan PAD di Kabupaten Malang turun secara bertahap sejak virus corona melanda.

Pada bulan Januari lalu PAD Kabupaten Malang bisa mengais uang senilai Rp 49 miliar.

Jumlah tersebut menurun pada bulan Februari. Saat itu PAD yang didapat hanya Rp 24 miliar.

Penurunan berlanjut pada Maret. Uang yang didapat hanya Rp 14 miliar.

"Pandemi corona membuat ekonomi lesu. Sehingga masyarakat berhenti bekerja, tak ada pendapatan. Pariwisata juga tutup," ungkapnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved