Kamis, 7 Mei 2026

Virus Corona di Malang

Rektor UIN Maliki Malang Berjemur Sambil Diskusi Covid-19, Ajak Ojol, Sopir, Pak Becak & Pedagang

Para nara sumber yang didatangkan sama-sama menyatakan, mendoakan agar Covid-19 segera berlalu dari dunia.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr Abdul Haris (tengah) berdiskusi dengan sopir ojol, angkot, tukang becak dan penjual sate telur di halaman rektorat, Senin (13/4/2020) terkait Covid-19. 

Bapak satu anak ini berharap Corona pergi dari dunia.

"Doanya bagaimana Pak Alip?" tanya rektor padanya.

"Wahai Corona..cepatlah pergi karena ini sudah mendekati Ramadhan," doanya.

Dalam kondisi ini, maka ia harus sabar dan tawakal.

Tapi di satu sisi, ia juga ada positifnya. Jadi banyak waktu bersama keluarga.

"Biasanya kan mikirnya duit saja," tandasnya. ia menyatakan, kadang sehari mendapat Rp 40
000.

Sedang Ngatimin, 48, penjual sate telor juga mendoakan agar virus Corona enyah dari bumi.

Ia mangkal di sekitar kampus UIN. Sekarang ia mendapat Rp 50.000 sampai Rp 60.000.

Kemudian untuk beli BBM Rp 10.000 satu liter. Dari pendapatannya itu, ia dapat keuntungan Rp 20.000.
Sebelumnya ia bisa mendapat omzet Rp 200.000 per hari.

Sedang Slamet, 57, tukang becak juga sama mengalami penurunan pendapatan karena dampak Corona.

Sebab tak banyak orang bepergian jika tidak penting banget.

"Untuk setoran becak Rp 10.000/hari. Sekarang dapatnya tidak menentu antara Rp 25.000-Rp 30.000 per hari," kata Slamet.

Sebelum ini, ia mendapat penghasilan Rp 100.000-Rp 150.000/hari.

Untuk SPP anaknya, ia perlu mengeluarkan Rp 50.000 per bulan.

"Anak saya masih SMP," jawabnya. Karena kondisi saat ini, ia pasrah saja dan berdoa.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved